logo
×

Minggu, 28 Februari 2021

AS Beri Izin Penggunaan Vaksin Johnson&Johnson, 4 Juta Dosis Langsung Didistribusikan

AS Beri Izin Penggunaan Vaksin Johnson&Johnson, 4 Juta Dosis Langsung Didistribusikan

DEMOKRASI.CO.ID - Satu lagi vaksin Covid-19 telah diberi izin penggunaan darurat oleh pemerintah Amerika Serikat (AS). Sehingga program vaksinasi dapat ditingkatkan.

Pada Sabtu (27/2), Administrasi Makanan dan Obat-obatan (FDA) mengumumkan telah memberikan otorisasi penggunaan darurat untuk vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Johnson&Johnson.

FDA mengatakan, izin J&J diberikan setelah panel ahli menyetujuinya dengan suara bulat pada Jumat (26/2). Vaksin dapat diberikan untuk orang dewasa berusia lebih dari 18 tahun.

"Otorisasi vaksin ini memperluas ketersediaan vaksin, metode pencegahan medis terbaik untuk Covid-19, untuk membantu kami dalam memerangi pandemi ini," ujar Penjabat Komisaris FDA, Janet Woodcock, seperti dikutip Reuters.

Berdasarkan uji coba global yang melibatkan 44 ribu orang, vaksin J&J memiliki efikasi mencapai 66 persen untuk mencegah Covid-19 gejala sedang hingga parah dalam empat pekan setelah disuntik. Namun vaksin berfungsi 100 persen mencegah rawat inap dan kematian akibat virus.

Dalam uji coba juga ditemukan vaksin J&J memiliki sedikit efek samping serius. Bahkan beberapa bukti awal menunjukkan vaksin mengurangi infeksi tanpa gejala.

Vaksin J&J juga lebih mudah dikirim dan disimpin daripada Pfizer dan Moderna, karena dapat bertahan di suhu lemari es normal.

“Ini berpotensi memainkan peran yang sangat penting jika kita memiliki dosis yang cukup karena ini hanya vaksin dosis tunggal dan itu akan membuatnya mudah bagi orang-orang yang sulit dijangkau,” kata pakar penyakit menular dari Pusat Kesehatan Universitas Vanderbilt, Dr. William Schaffner.

Pemerintah AS sendiri telah membeli 100 juta dosis vaksin J&J, dan berencana mendistribusikan sekitar 3 juta hingga 4 juta dosis pada pekan ini.

Sejauh ini, AS telah mendistribusikan lebih dari 90 juta dosis vaksin Covid-19, beberapa di antaranya telah digunakan untuk suntikan kedua.

Data pemerintah menunjukkan, sekitar 14 persen orang Amerika telah menerima setidaknya satu dosis.[rmol]

loading...