logo
×

Senin, 08 Maret 2021

Ini Deretan Alasan Jokowi Layak Copot Moeldoko, Bikin Malu sampai Menyulut Bom Waktu

Ini Deretan Alasan Jokowi Layak Copot Moeldoko, Bikin Malu sampai Menyulut Bom Waktu

DEMOKRASI.CO.ID - Moeldoko layak dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Staf Presiden (KSP) usai mengkudeta Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dari kursi Ketua Umum Partai Demokrat.

Pasalnya, sikap Moeldoko itu jelas-jelas telah merusak citra Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Demikian disampaikan Ketua Umum Jokowi Mania (Joman) Emanuel Ebenezer kepada PojokSatu.id, Senin (8/3/2021).

“Layak untuk dicopot karena Moeldoko sangat merugikan pemerintahan Presiden Jokowi,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Noel ini juga menilai, tindakan Moeldoko itu juga sangat berbahaya bagi kelangsungan demokrasi di Indonesia.

Sekaligus, menempatkan Presiden Jokowi dalam bahaya.

“Ini juga membahayakan demokrasi dan juga bahaya buat Jokowi,” tegas aktivis 98 ini.

Selain itu, cara-cara yang dilakukan mantan Panglima TNI era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini juga tidak sejalan dengan sikap Jokowi.

Dimana, Jokowi tidak pernah mau mengintervensi urusan internal partai politik manapun.

“Presiden telah menegaskan sikap dan pandangannya yang tidak mau mengintervensi internal partai lain. Karena itu bukan kultur dan karakter Jokowi,” tuturnya.

“Sekali lagi, Moeldoko layak dicopot bahaya bagi nawacita presiden karena telah memalukan dengan intervensi bagi partai lain,” pungkas Noel.

Sebelumnya, Ketum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan Kepala KSP Moeldoko telah melakukan hal-hal yang merusak demokrasi di Indonesia dan kedaulatan Partai Demokrat.

“Kita punya musuh bersama hari ini, aktor eksternal yaitu KSP Moeldoko yang berkomplot dengan segelintir kader,” ungkap AHY sebelum menggelar rapat dengan pimpinan DPD Partai Demokrat dari 34 provinsi, Minggu (7/3).

AHY mengatakan, segelintir kader yang mendukung Moeldoko mengambil alih Partai Demokrat telah diiming-imingi oleh imbalan dan jabatan.

“Berkolusi dan mencoba untuk memutarbalikkan fakta, menggulingkan kepemimpinan Partai Demokrat yang sah berdasarkan Kongres ke-5 tanggal 15 Maret 2020,” ujar AHY.

Dikatakan, Partai Demokrat akan melawan untuk mempertahankan kedaulatannya.

Sebab Moeldoko sedang melegalisasi kepengurusan hasil kongres luar biasa (KLB) yang dinilai abal-abal di Sibolangit Deli Serdang, Sumatera Utara.

“Kita sama sekali tidak ragu, kita tidak emosional. Yang kita lakukan hari ini adalah untuk melakukan segala hal yang memang untuk bisa menjaga kedaulatan kita bersama,” ujar AHY.[psid]