logo
×

Jumat, 21 Januari 2022

Akibat Ulah Arteria Dahlan, PDIP dan Puan Maharani yang Babak Belur

Akibat Ulah Arteria Dahlan, PDIP dan Puan Maharani yang Babak Belur

DEMOKRASI.CO.ID - Ulah Arteria Dahlan bukan tidak mungkin akan merembet terhadap pemilih PDIP di Jawa Barat (Jabar).

Dengan demikian, hal tersebut juga akan berpengaruh terhadap elektabilitas Puan Maharani yang disebut-sebut akan diusung menjadi capres PDIP di Pilpres 2024 mendatang.

Demikian disampaikan pengamat politik Ujang Komarudin kepada PojokSatu.id, di Jakarta, Jumat (21/1/2021).

“Saya rasa masalah ini tidak hanya akan membuat orang Sunda marah, tapi juga berpengaruh ke elektabilitas Puan Maharani di Jabar,” ujarnya.

Menurut Ujang, masalah Arteria Dahlan tersebut tidak bisa anggap remeh.

“PDIP jangan menganggap masalah ini remeh,” ingatnya.

Dosen di Universitas Al Azhar Indonesia ini menilai, sanksi yang diberikan PDIP kepada Arteria Dahlan juga terlalu ringan.

“Dengan hanya menegur Arteria dengan peringatan tertulis, ini akan berbuntut panjang,” ungkapanya.

Karena itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) itu menyarankan Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri mengambil tindakan tegas.

“Harus mengambil tindakan tegas ke Arteria Dahlan, hal itu akan membuat orang Sunda percaya kepada PDIP,” tutur Ujang.

Cuma Terguran Tertulis

Sebelumnya, DPP PDIP juga langsung memberikan sanksi teguran terulis kepada Arteria Dahlan.

Ketua Bidang Kehormatan DPP PDIP Komaruddin Watubun mengatakan, sanksi diberikan lantaran Arteria Dahlan dinilai melanggar etik dan disiplin partai.

Akibat pernyataannya itu, Arteria Dahlan mendapat sanksi teguran tertulis dari DPP PDIP.

“Surat sanksi peringatan ditandatangani Pak Sekjen dan saya sebagai Ketua DPP Bidang Kehormatan,” kata Komaruddin Watubun kepada wartawan, Kamis (20/1/2022).

Ia menjelaskan, pemberian sanksi kepada Arteria itu didasarkan atas berbagai pertimbangan.

Selain itu, juga banyaknya laporan masyarakat serta pemberitaan di media massa.

Sehingga, ucapan yang dilontarkan Arteria kepada Jaksa Agung itu menimbulkan kegaduhan.

“Termasuk dari pendukung partai di Jawa Barat yang merasa terusik dan kurang nyaman dengan pernyataan Arteria,” jelas Komaruddin.

Saat memberikan klarifikasinya di kantor DPP PDIP, Arteria sudah menyatakan meminta maaf dan siap menerima sanksi yang diberikan oleh partai.

“Jadi, DPP PDIP memberikan sanksi peringatan kepadanya. Semoga ini menjadi pembelajaran bagi Pak Arteria,” pungkasnya. (muf/pojoksatu)

Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: