logo
×

Jumat, 25 Februari 2022

Jika Menag Tak Dicopot, Helmi Felis: Orang Akan Duga Jokowi Punya Niat Tidak Baik kepada Umat Islam

Jika Menag Tak Dicopot, Helmi Felis: Orang Akan Duga Jokowi Punya Niat Tidak Baik kepada Umat Islam

DEMOKRASI.CO.ID - Pegiat media sosial, Helmi Felis menilai bahwa jika Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas tidak dicopot, maka orang akan menduga Presiden Joko Widodo alias Jokowi punya niat tidak baik kepada Umat Islam.

Hal ini disampaikan Helmi Felis saat menanggapi klarifikasi Menag soal pernyataannya yang dinilai membandingkan azan dengan gonggongan anjing.

“Statement ini lebih berbahaya dari sebelumnya,” kata Helmi Felis melalui akun Twitter pribadinya pada Jumat, 26 Februari 2022.

Bersama pernyataannya, ia membagikan berita berjudul “Luruskan Gaduh Adzan, Gus Yaqut: Saya Berusaha Agar Agama Tidak Menjadikan Manusia Sewenang-wenang”.

Helmi Felis mempertanyakan apakah ada agama di Indonesia yang membuat manusia sewenang-wenang terhadap manusia lain.

“Jokowi tidak mencopot MENAG? Orang akan duga Jokowi punya niat tidak baik pada Agama di Indonesia,” kata Helmi Felis.

Dilansir dari RMOL, Menag Yaqut Cholil Qoumas mengklarifikasi soal gaduh ucapannya yang dianggap membandingkan suara azan dengan gonggongan anjing.

Dalam klarifikasinya, Menag Yaqut mengatakan bahwa dirinya hanya tidak ingin agama menjadikan manusia sewenang-wenang terhadap manusia lain.

Ia menyebut, pesan ucapannya itu adalah bagaimana suara azan yang dikumandangkan melalui toa atau pengeras suara, tidak mengganggu masyarakat yang bukan beragama Islam.

“Saya hanya berusaha sekuat saya, menahan agar agama tidak menjadikan manusia sewenang-wenang terhadap manusia lain, mentang-mentang besar, banyak, kuat,” ucap Menag Yaqut, Kamis malam, 24 Februari 2022.

Menurutnya, kegaduhan itu terjadi karena misleading atau kesalahan pada penafsiran makna ucapannya dalam pemberitaan di media massa.

Menag Yaqut mengaku selama ini, ia mendapatkan masukan bahwa masyarakat bisa mentolerir adanya suara adzan. Padahal, sebetulnya juga banyak diprotes masyarakat di luar umat Islam.

Sayangnya, kata Menag Yaqut, judul pemberitaan gagal memaknai pesan kerukunan agar tidak saling mengganggu diantara manusia itu tidak tersampaikan dengan baik

“Judul itu misleading dan tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya,” katanya.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini pun menegaskan bahwa dalam pernyataannya tersebut, tidak ada unsur ingin membandingkan kumandang adzan dengan gonggongan anjing.

“Tidak ada kata membandingkan atau mempersamakan antara adzan atau suara yang keluar dari masjid dengan gonggongan anjing,” pungkasnya. [terkini]

Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: