logo
×

Senin, 21 Februari 2022

Ketum KNPI Haris Pertama Dianiaya OTK, Refly Harun ‘Singgung’ Kasus Ferdinand dan Abu Janda!

Ketum KNPI Haris Pertama Dianiaya OTK, Refly Harun ‘Singgung’ Kasus Ferdinand dan Abu Janda!

DEMOKRASI.CO.ID - Baru-baru ini, sebuah informasi beredar soal Ketua Umum (Ketum) KNPI Haris Pertama  dianiaya orang tak dikenal (OTK) di depan sebuah restoran di Cikni, Menteng, Jakarta Pusat.

Berdasarkan informasi yang beredar, diketahui, saat Ketum KNPI Haris Pertama turun dari kendaraan ia langsung dianiaya tiga orang lebih dengan benda tumpul.

Mengetahui hal tersebut, Kasus pun langsung diselidiki oleh Pihak Polsek Metro Menteng.

Sehubungan hal itu, Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun menyatakan Polisi harus bergerak untuk mengusut tuntas kasus kriminal ini.

Hal tersebut disampaikan melalu tayangan kanal Youtobe, Senin, 21 Februari 2022.

Terkait itu pula, Ia sempat menyoroti bahwa Haris Pertama merupakan pelapor dari Ferdinand Hutahaean. Tak hanya itu, ia juga merupakan pelapor dari Abu Janda alias Permadi Arya.

“Tapi ini belum pasti ini berkaitan dengan Ferdinand Hutahaean ataupun Abu Janda,” ujar Refly melalui tayangan video pada kanal YouTube.

Seperti diketahui, Ferdinand segera menjalani persidangan dalam kasus ujaran kebencian berbau SARA. Dikutip dari Galamedia. Senin, 21 Februari 2022. Sementara kasus Abu Janda hingga saat ini belum ada kejelasan.

Padahal, menurut Refly, Kasus Abu Janda lebih berat dari kasus Ferdinand karena berbentuk audio visual.

“Itu lebih strong,” ujarnya.

Refly mengungkapkan saat melaporkan Abu Janda, Haris Pertama mengaku mendapatkan banyak teror.

Tak hanya itu, posisinya sebagai Ketua Umum DPP KNPI pun terus digoyang. Haris pun disebut-sebut dicopot dari jabatan Ketua Umum.

Dengan kondisi itu, saat ini –dikabarkan—KNPI terbagi menjadi 3 kubu.

“Bahkan menurut pengakuan Haris, yang terdaftar di Kemenkumham, pengurusnya bukan dari kubunya dia,” ungkapnya.

Sehubungan hal itu, Refly kembali menegaskan, Polisi harus bergerak cepat karena ini bukan keributan biasa.

“Ini bisa ada motif untuk membuat jera,” katanya.

Ia menilai banyak pihak merasa dekat dengan kekuasaan sehingga bertindak seenaknya karena merasa kebal hukum.

“Yang pasti ini ada tindakan kriminal, pemerintah berkewajiban untuk membongkarnya,” katanya.

Ia berharap dengan gerak cepat aparat kepolisian kasus seperti itu tidak terulang lagi di masa mendatang.

Ia pun mengingatkan pesan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar aparat kepolisian bersikap netral dalam penyelidikan.

“Ingat pesan Kapolri, polisi harus netral …,” ingatnya.

Pengeroyokan dialami Haris di daerah Menteng, Jakarta Pusat, siang tadi. Haris dikeroyok di parkiran sebuah restoran.

Peristiwa itu terjadi pada pukul 14.30 WIB. Saat itu Haris baru turun dari mobilnya.

“Saya baru turun dari mobil langsung disergap. Kejadian setengah jam lalu,” ujar Haris.

Haris belum mengetahui ciri-ciri dari pelaku. Dia hanya menyebut pelaku berkisar tiga hingga lima orang. [terkini]

Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: