logo
×

Sabtu, 19 Februari 2022

Pertumbuhan Ekonomi RI 2021 Naik 3,7 Persen, ADB Bilang Amazing

Pertumbuhan Ekonomi RI 2021 Naik 3,7 Persen, ADB Bilang Amazing

DEMOKRASI.CO.ID - Presiden Jokowi menerima kunjungan pimpinan Asian Development Bank (ADB) di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (18/2). Mereka adalah Masatsugu Asakawa selaku President Asian Development Bank, Arif Baharudin selaku Excutive Director Representing Indonesia, dan Jiro Tominaga selaku Country Director, ADB Indonesia Resident Mission.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara.

Pembicaraan membahas sejumlah hal seperti penanganan pandemi Covid-19, hingga dukungan ADB terhadap transisi energi di Indonesia.

“Pertama, Bapak Presiden menyampaikan perkembangan terkini terkait situasi Covid di Indonesia. Indonesia adalah negara keempat sekarang di dunia, yang sukses melakukan vaksinasi dan sudah mencapai di atas 330-an juta yang divaksinasi. Padahal kita adalah negara yang tidak memproduksi vaksin,” jelas Suharso dalam keterangannya seusai pertemuan.

Selain itu, Presiden Jokowi juga menjelaskan mengenai kinerja ekonomi Indonesia yang pada kuartal IV pada tahun 2021 sudah berada di atas 5 persen.

Pihak ADB pun memuji pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2021.

“Meskipun full year pada tahun lalu (pertumbuhan ekonomi) 3,7 persen, tapi itu sudah bagus dan dipuji oleh ADB bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia termasuk yang amazing kata beliau,” imbuh Suharso.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi juga menjelaskan mengenai hilirisasi industri yang tengah dilakukan oleh pemerintah Indonesia.

Menurut Kepala Bappenas, Presiden yakin jika hilirisasi industri akan bisa memberikan nilai tambah ekspor. Sekaligus memperbaiki neraca transaksi berjalan Indonesia.

"Tadi, Bapak Presiden menyampaikan bahwa yang kita bisa peroleh bisa 1 berbanding 20, dari 1,1 (miliar) dolar AS menjadi 20,1 miliar dolar AS hanya karena satu aturan bagaimana kita tidak mengekspor dalam bentuk bahan mentah, tetapi dalam bentuk barang-barang jadi,” jelasnya.

Terakhir, pihak ADB menyatakan dukungannya terhadap pembiayaan dalam hal transisi energi. Serta pembiayaan-pembiayaan lainnya pada sejumlah proyek yang sedang berjalan.

“Juga pembiayaan-pembiayaan yang sedang berjalan karena ada 14 proyek hari ini dan sudah cukup lama, 55 tahun, ADB bersama Indonesia,” tandasnya.  [wartaekonomi]

Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: