logo
×

Jumat, 25 Februari 2022

Polemik Aturan Penggunaan Toa Masjid Kian Memanas, Warganet: Saya Seorang Kristiani, Mendengar yang Bapak Sampaikan Sangat Meresahkan

Polemik Aturan Penggunaan Toa Masjid Kian Memanas, Warganet: Saya Seorang Kristiani, Mendengar yang Bapak Sampaikan Sangat Meresahkan

DEMOKRASI.CO.ID - Polemik Surat Edaran (SE) soal penggunaan toa masjid yang dikeluarkan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pada 18 Februari 2022 lalu kian memanas menjadi perbincangan publik.

Baru-baru ini sebuah video pernyataan warganet asal Papua yang turut menanggapi SE dari Menteri Agama tersebut viral di media sosial usai dibagikan seorang netizen bernama @dre_f2.

“ini salam dari papua, sebenarnya saya ingin ngegass (assiik) Cuma nanti saya diciduk,” tulis akun @dre_f2, dikutip dari Twitter, Jumat, 25 Februari 2022.

Dalam cuitan itu @dre_f2 juga turut mengunggah video pernyataan dari warga Papua tersebut.

Warganet yang tak diketahui namanya itu menyebut bahwa dirinya merupakan seorang Kristiani yang rumahnya bersebelahan dengan masjid, namun dirinya tak pernah merasa terganggu dengan suara adzan terutama adzan subuh yang justru menjadi alarm paten baginya.

“Bapak Menteri yang terhormat, sebelumnya salam dari Papua Barat, salam toleransi, dan salam dari saya yang beragama Kristen Protestan. Saya 25 tahun hidup, rumah saya di pinggir mesjid, berdekatan sekali. Mereka sholat 5 waktu, dan kadang kalau mereka sholat subuh saya bangun, sebagai alarm yang tak pernah berhenti, alarm paten,seumur hidup,” tuturnya.

Ia juga menyebut bahwa pernyataan Menag terkait aturan penggunaan toa masjid itu, sangat meresahkan baginya.

“Jujur pak, saya yang beragama Kristen saja mendengar apa yang bapak sampaikan sangat meresahkan bagi saya. Apalagi saudara/saudariku yang muslim,” ungkapnya.

Oleh karena itu, ia menyebut agar Menag tak membuat aturan atau ungkapan-ungkapan yang hanya akan meresahkan masyarakat.

Menurutnya masyarakat selama ini sudah cukup merasa tertekan dengan banyaknya aturan-aturan yang ada.

“Jadi kalau bapak mau katakan sesuatu pikir dulu pak. Disini saya sebenarnya mau ngegas pak, tapi saya takut keciduk. Jangan buat aturan yang aneh-aneh pak. Kita sudah banyak tertekan dengan aturan yang ada,” sambungnya.

Ia juga meminta kepada Presiden RI Joko Widodo untuk menegur Yaqut Cholil, atau jika memang memungkinkan mengganti Menag dengan orang lain.

“Jadi terakhir, pak Jokowi yang terhormat, bapak Presiden RI, nanti pak menterinya tolong ditegur, kalau memang tidak mau dengar itu si menteri diganti aja pak, banyak orang pintar di Indonesia yang bisa kerja,” tutupnya. [terkini]

Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: