logo
×

Sabtu, 26 Februari 2022

Tak Mengetahui Peringatan, Kapal Kargo Jepang Terkena Rudal Rusia di Laut Ukraina

Tak Mengetahui Peringatan, Kapal Kargo Jepang Terkena Rudal Rusia di Laut Ukraina

DEMOKRASI.CO.ID - Sebuah kapal kargo milik perusahaan Jepang mengaku tak mengetahui peringatan di wilayah invasi Rusia – Ukraina itu, dan terkena rudal di lepas pantai Ukraina di Laut Hitam pada hari Jumat, 25 Februari 2022, kemarin. 

Akibatnya, satu awak kapal terluka ketika pertempuran sengit pecah setelah Rusia menginvasi ke bekas tetangga Sovietnya itu. 

Hal itu diungkapkan oleh perusahaan transportasi laut di Jepang barat. 

Melansir dari sindonews.com, sebuah kapal kargo yang terdaftar di Panama, Namura Queen, rusak dan satu dari 20 awak asal Filipina mengalami cedera yang tidak mengancam jiwa di bahunya, menurut perusahaan yang berbasis di Imabari, Prefektur Ehime. 

“Kapal dapat beroperasi dengan tenaganya sendiri dan telah menuju ke Turki, di mana kerusakan kapal akan dinilai,” kata perusahaan itu seperti dilansir dari Japan Times, Sabtu, 26 Februari 2022. 

Pihak berwenang Ukraina mengatakan rudal itu ditembakkan oleh pasukan Rusia, menyusul invasi militer mereka ke Ukraina pada awal pekan ini. 

Insiden itu terjadi di dekat sebuah pelabuhan di wilayah Odessa, Ukraina selatan, di perairan yang telah diperingatkan untuk dihindari oleh kapal-kapal yang berlayar. 

Kapal kargo Queen Namura tidak mengetahui peringatan awal dan terkena rudal saat mencoba bergerak ke luar area. 

Kapal itu dijadwalkan berlabuh di pelabuhan dan memuat biji-bijian. 

Perusahaan transportasi laut disiagakan pada Jumat malam oleh perusahaan Filipina yang mengoperasionalkan kapal bahwa kapal tersebut mengalami kerusakan akibat terkena rudal. 

Dampak agresi militer Rusia ke Ukraina terhadap salah satu kapalnya telah membuat staf perusahaan Jepang mencari informasi. 

Seorang pejabat perusahaan grup yang terkait dengan perusahaan yang berbicara kepada wartawan mengatakan mereka lega mendengar bahwa nyawa semua awak tidak dalam bahaya 

“Kami ingin memindahkan mereka ke tempat yang aman sesegera mungkin,” katanya, seraya menambahkan bahwa ia berharap ketegangan di Ukraina akan mereda sesegera mungkin sehingga kapal dapat mengangkut barang dengan aman. 

Sebanyak tiga kapal nonmiliter kini telah diserang sejak awal invasi. [terkini]

Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: