logo
×

Minggu, 17 April 2022

Buntut Putri Wardani Jenguk Ade Armando, Trending Tagar Boikot Mustika Ratu

Buntut Putri Wardani Jenguk Ade Armando, Trending Tagar Boikot Mustika Ratu

DEMOKRASI.CO.ID - Putri Kus Wisnu Wardani, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) sedang menjadi buah bibir setelah menjenguk aktivis media sosial Ade Armando usai menjdai korban pengeroyokan.

Postingan Putri Wardani di akun Twitter, yang merekam momen saat menjenguk Ade Armando di rumah Sakit Siloam, Jakarta, ramai diperbincangkan. Walaupun, pada akhirnya tweet tersebut dihapus.

Diketahui, ketika dilantik sebagai anggota Wantimpres, Putri Wardani sudah menjabat sebagai komisaris utama perusahaan kosmetik terkemuka di Indonesia, yaitu PT Mustika Ratu Tbk.

Buntut postingan dari Putri Wardani yang menjenguk Ade Armando memantik berbagai respons dari warganet. Bahkan di twitter, #BoikotMustikaRatu menjadi trending topic.

Melalui tagar tersebut, warganet menyerukan untuk memboikot produk alat kecantikan dari merek Mustika Ratu tersebut.

Bahkan pakar telematika Roy Suryo pun ikut mengomentari trendingnya tagar tersebut. Menurutnya, aksi ajakan boikot itu merupakan sebab akibat dari keberpihakan Putri Mardani dengan menjenguk Ade Armando.

"Viral Tagar #BoikotMustikaRatu. Sebenarnya tidak ada yang salah kosmetika yang dulu dirintis Bu Mooryati Soedibyo tersebut," tulis Roy Suryo, Sabtu (16/4).

"Namun karena 'keberpihakan' Putri Kus Wisnu Wardani saat menjenguk AA (yang menggunakan Akun Wantimpres, meski sekarang sudah dihapus) itulah yang menuai sebab-akibat," imbuhnya seperti diberitakan Kantor Berita RMOLBanten.

Kunjungan Putri Wardani untuk Ade Armando sebelumnya juga membuat Wantimpres menjadi perbincangan publik karena dinilai pemerintah membela dan melindungi Ade Armando yang buat sebagian orang merupakan orang yang sering dianggap menistakan agama Islam.

Wantimpres juga dinilai telah melakukan kesalahan sendiri dengan mengunggah foto tersebut. [rmol]

Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: