logo
×

Senin, 04 April 2022

Sebut Jokowi-Luhut Dihinggapi Penyakit Psikis, Amien Rais: Mungkin karena Berbagai Kezaliman yang Telah Mereka Lakukan untuk Bangsa

Sebut Jokowi-Luhut Dihinggapi Penyakit Psikis, Amien Rais: Mungkin karena Berbagai Kezaliman yang Telah Mereka Lakukan untuk Bangsa

DEMOKRASI.CO.ID - Politikus senior, Amien Rais menilai bahwa Presiden Joko Widodo alias Jokowi dan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dihinggapi penyakit psikis bernama paranoia atau paranoid.

Ia menilai bahwa mungkin salah satu penyebab mengapa Jokowi-Luhut dihinggapi paranoid adalah karena kezaliman yang telah keduanya lakukan kepada bangsa selama ini.

Hal tersebut disampaikan Amien Rais dalam video berjudul “Duet Jokowi-Luhut Tidak Kita Perlukan Lagi” yang tayang di kanal YouTube Amien Rais Official pada Minggu, 3 April 2022.

Dalam video tersebut, Amien Rais menyebut bahwa duet Jokowi-Luhut merupakan simbol dan substansi rezim yang berkuasa sekarang ini.

Ia lalu menyebut bahwa duet Jokowi-Luhut ini harus berakhir pada Oktober tahun 2024 dan tidak boleh diperpanjang lagi.

“Tidak boleh lagi dua oknum ini lantas menggerakkan berbagai macam cara, urutan tekad ala orde baru dulu. Kita masih terngiang-ngiang bagaimana rakyat kita kadang-kadang dibodohin, tapi juga ditekan, diancam, dan lain-lain untuk mengegolkan sebuah tujuan politik yang maksudnya jahat, crime, termasuk criminal, termasuk political crime,” katanya.

Amien Rais lalu mengatakan bahwa karena ambisi kekuasaan, Jokowi-Luhut menjadi rezim yang paranoid.

Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) ini lalu menjabarkan bahwa ciri rezim paranoid adalah merasa tidak pernah aman.

Selain itu, menurutnya, rezim paranoid juga menutupi kelemahan dengan cara menggertak dan menggerakkan massa untuk menampilkan citra seolah merekalah satu-satunya yang dapat menyelamatkan bangsa.

“Saya kasihan terus terang melihat keadaan kita sekarang ini, (rezim) kerahkan seluruh lurah dari seantero Indonesia, nanti mungkin juga asosiasi-asosiasi tertentu, kemudian nati eksponen bangsa, petani, nelayan, buruh, pegawai negeri, kemudian pensiunan ini pensiunan itu, dan lain-lain,” katanya.

Namun, Amien Rais menilai bahwa cara rezim menggerakkan massa ini merupakan cara yang kosong secara substantif dan abal-abal.

Hal itu karena, menurutnya, ini merupakan sesuatu yang artificial atau buatan semata yang mudah hancur.

“Mungkin sekali mengapa Jokowi-Luhut ini dihinggapi, apa namanya, ya mungkin penyakit psikis yang namanya paranoia itu, paranoid, karena mungkin juga karena kesalahan-kesalahan dan berbagai kezaliman yang telah dilakukan oleh duet itu untuk bangsa yang besar ini,” katanya.

Ketua Majelis Syuro Partai Ummat menilai bahwa selama Presiden Jokowi memimpin, telah terjadi keterbelahan bangsa.

“Jadi, yang pro Jokowi itu diangkat. Sementara yang posisi, termasuk para ulama, para ustaz, para kiai, para habaib yang ingin tegaknya keadilan itu diberangus, bahkan dikriminalisasi, dianggap kriminil, bahkan demonisasi, dianggap hantu, dan dikatakan anti Pancasila dan lain-lain,” katanya.

Amien Rais juga menilai bahwa rezim Presiden Jokowi ini enteng melanggar Hak Asasi Manusia (HAM), seperti di Papua, di Aceh, dan berbagai pulau lain.

Ia juga menyinggung soal pelaku penembakan enam Laskar Front Pembela Islam (FPI) yang dibebaskan.

“Jadi, ini sesuatu yang saya anggap (perlu) kita renungkan saat kita berpuasa saat ini,” kata Amien Rais. [terkini]

Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News:
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.