logo
×

Senin, 29 Agustus 2022

Bandar Judi Online Umbar Setoran ke Konsorsium 303, ASN Polri Novel Baswedan Soroti Kelompok Tertentu

Bandar Judi Online Umbar Setoran ke Konsorsium 303, ASN Polri Novel Baswedan Soroti Kelompok Tertentu

DEMOKRASI.CO.ID - Jagad maya tengah heboh isu Konsorsium 303 seiring mencuatnya kasus pembunuhan berencana Brigadir J dengan tersangka Eks Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo.

Hebohnya lagi, isu Konsorsium 303 turut dibongkar seseorang yang mengaku bandar judi online melalui kanal Youtube Quotient TV, 27 Agustus 2022 lalu.

Dalam wawancara di kanal itu, seorang bandar judi online yang namanya disamarkan, mengumbar adanya dugaan keterlibatan oknum polisi dalam praktek perjudiaan.

Dirinya mengumbar alur setoran judi ke konsorsium 303 melalui seorang oknum Polisi tersebut yang bernama JS.

Bandar judi online tersebut mengaku menyetor Rp 250 juta ke Konsorsium 303 melalui JS.

Sedangkan JS merupakan salah satu polisi yang dicopot dari jabatannya terkait kasus pembunuhan Brigadir J dengan tersangka Ferdy Sambo.

"Dia basicnya sebagai koordinator penampung terima setoran wajib untuk judi darat dengan judi online ke JXXX SXXX semua,” ungkapnya.

“Itu judi-judi semua harus setor melalui dia. Kalau tidak salah itu Rp 40 juta per minggu,” ujarnya.

Untuk menjalankan operasinya, JS disebut memililiki anak buah.

Terkait isu Konsorsium 303, ASN Polri Novel Baswedan menyebut demikian merupakan fenomena gunung es.

Novel menduga sampai dengan saat ini terdapat kelompok perjudian di tubuh lembaga penegak hukum yang ada di Indonesia.

Bahkan ia meyebut Konsorsium 303 diduga sudah menjadi 'penyokong' dari judi online hingga kasus narkoba.

Disebut lagi bahwa kasus-kasus seperti judi online dan narkoba juga sudah sampai menyeret banyak perwira Polri.

Novel juga meyakini adanya konsorsium 303 yang sudah menjadi bagian dari tindak korupsi di tubuh penegak hukum.

"Pemberitaan terkait dengan kepolisian contohnya yang sekarang sedang dilihat bahwa ada dugaan terkait kelompok tertentu yang mengendalikan perjudian atau narkoba, maka itu bagian korupsi di tubuh penegak hukum," ujar Novel, dikutip dari diskusi daringnya pada Sabtu, 27 Agustus 2022.

"Saya yakin itu hanya fenomena gunung es yang di bawahnya jauh akan lebih besar," imbuh mantan Penyidik KPK ini.

Diyakini Novel, persoalan seperti itu pasti juga terjadi di dalam institusi penegakan hukum lainnya dan bukan hanya kepolisian saja.

Selain ketidakadilan, sepupu Anies Baswedan itu menuturkan bahwa perlindungan terhadap hak asasi manusia (HAM) bisa juga terganggu jika penegakan hukum ternyata bermasalah.

"Perlindungan terhadap hak asasi manusia juga tentu akan banyak bermasalah di sana," kata Novel.

Maka dari itu, Novel berupaya terus melakukan pemberantasan terhadap tindak pidana korupsi yang mana bisa saja hingga kini masih terjadi di lingkungan penegak hukum.

"Ini menjadi salah satu pilihan dan penting untuk disuarakan," lanjutnya.

Praktisi hukum Syamsul Arifin mengingatkan, buka-bukaan di tubuh Polri akan lebih bagus.

Publik, katanya, pasti mendukung langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo soal upaya mengejar rumor ‘Konsorsium 303’. [disway]

Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: