logo
×

Senin, 22 Agustus 2022

Penjelasan Unhas soal Mahasiswa Gender Netral Diusir dari Ospek

Penjelasan Unhas soal Mahasiswa Gender Netral Diusir dari Ospek

DEMOKRASI.CO.ID - Seorang mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) bernama Muhammad Nabil Arif Adhitya diusir dosen karena memilih gender netral (non-biner) saat mengikuti pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru (PKKMB) Fakultas Hukum Unhas. Video kejadian itu viral di media sosial.

Dilansir dari detikSulsel, Senin (22/8/2022), kejadian bermula ketika mahasiswa yang akrab disapa Nabil itu mengikuti ospek Fakultas Hukum Unhas di Baruga Prof Dr H Baharuddin Lopa, Jumat pagi (19/8). Saat itu, Nabil yang hadir dengan menggunakan pakaian hitam putih dilengkapi dengan almamater merah Unhas menjadi perhatian dosen karena gelagatnya yang berbeda dari mahasiswa lainnya.

"Dia pake kipas angin jalan kaki terus dilarang. Terus ditanya laki-laki atau perempuan, terus dia bilang netral, bukan laki-laki bukan perempuan," kata Wakil Dekan III Fakultas Hukum Unhas, Hasrul, saat dimintai konfirmasi detikSulsel, Sabtu (20/8).

Hasrul merupakan salah satu dosen yang ada di dalam video viral tersebut. Dalam video beredar, Hasrul bersama seorang dosen lainnya bernama Sakka Pati terlihat memperjelas jawaban dari Nabil yang mengatakan dirinya gender netral.

Setelah Nabil menjawab dirinya gender netral, Hasrul kemudian meminta panitia mengeluarkannya dari forum. Selanjutnya, Nabil dibawa ke salah satu ruangan dosen.

Nabil kemudian disebut mengakui dirinya siap menjadi laki-laki. Hanya, yang membuat pihak universitas tidak terima, pada malam harinya Nabil membuat status di WhatsApp yang kemudian beredar di internet. Pihak universitas menyatakan status Nabil bersifat memojokkan.[detik] 

Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: