![]() |
| Surya Paloh. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman |
"Jadi kalau pertanyaannya ini by accident atau by desain saya bilang dua-duanya, itu pasti. Kalau tidak dia tidak dapat, semuanya newspeck yang tinggi. Mungkin sebentar lagi ada yang datang kirim demonstran ke sini, biasa dalam hidup kita karena ini konsekuensi negara demokrasi, ada yang suka demo atas dasar kesadaran, tanggung jawab. Ada juga karena dibayar," kata Surya Paloh di Kantor DPP NasDem, Jakarta Pusat, Senin (19/10).
"Jadi kita tidak boleh ditutupi juga. Transparansi itu kita dukung dan itu tidak boleh berlaku pada satu kelompok, satu institusi tapi juga berlaku pada semua pihak," imbuh dia.
Menurut dia, KPK dalam kasus tersebut sudah melakukan tindakan objektif. "Kalau objektif lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi pasti tahu lah dia, dia ngerti juga ini banyak kasus belum dia sentuh, ya kan. Artinya saya yakin percaya kalau jujur di sana sesuai perasaan hatinya," kata dia.
Dia menambahkan, KPK sudah mengetahui komitmen NasDem dalam memberantas korupsi. Namun setiap pengurus parpol pasti tidak luput dari kesalahannya.
"Nah ketika kita ini meletakkan secara profesional, objektif, mungkin kita akan menjadi bangsa maju dan kuat. Tapi kalau datang kita dengan hanya keinginan pikiran negatif thinking, hanya berpikiran bagaimana mengeksploitasi kasus Rp 200 juta dan mencari-cari dari seluruh penjuru angin, saya pikir sayang energi yang ada di bangsa kita ini," ujar dia.
Reporter : Faiq Hidayat
Sumber : Merdeka


