| Anggota Komisi X DPR, Sutan Adil Hendra |
NBCIndonesia.com - Menurut politikus Gerindra yang mengaku sebagai pengusul Pansus DPR penanganan kabut asap ini, sudah tiga bulan belakangan semua sendi kehidupan masyarakat lumpuh. Kesehatan masyarakat sudah memprihatinkan, penderita ISPA sudah mencapai puluhan ribu masyarakat termasuk korbannya anak-anak."Penanganan dari pemerintah belum dilaksanakan serius 13 Oktober, saya interupsi di Paripurna untuk mendesak pemerintah untuk segera serius tuntaskan kabut asap," tutur Sutan Adil Hendra.
"Sudah saatnya pemerintah hadir bersama DPR untuk menyelesaikan masalah kabut asap dengan cepat. Untuk menghukum mafia pelaku pembakaran hutan. Agar kita bisa memanggil perusahaan itu untuk diberikan pada pemerintah mafia itu," ungkapnya. Sutan menjelaskan kedalaman lahan gambut bisa mencapai 8 sampai 30 meter. Maka dari itu jika terjadi kebakaran, tak bisa dipadamkan dengan cara pemerintah yaitu memakai ranting kayu.
"Secara sistematis pemadaman ini kita harus betul ingat bahwa ini terjadi asap karena kelambanan penanganannya. Artinya kalau dalam memadamkan asap yang menyiksa rakyat tapi pemerintah tidak hadir. Ini kan pemerintahnya edan. Pak Jokowi harus menerapkan janji politiknya. Menunjukkan kesetiaannya pada rakyat Indonesia," kata Sutan dalam diskusi 'Menanti Akhir Drama Kabut Asap' di Kompleks Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (28/10/2015).Anggota Komisi X DPR, Sutan Adil Hendra menyesalkan keterlambatan Presiden Jokowi untuk menyelesaikan masalah kabut asap akibat kebakaran hutan. Padahal, menurutnya, ini masalah yang terus berulang.
"Saya meminta anggota dewan untuk segera membentuk pansus asap. Dibutuhkan penanganan secara nasional agar koordinasi bisa dilakukan secara vertikal antar menteri dan horizontal bisa dilakukan ke tingkat daerah," jelasnya. Dia juga menyayangkan sikap pemerintah saat ini. Salah satunya ialah menganggap remeh DPR."Begitu DPR mau bentuk Pansus asap, pemerintah bilang ini buang waktu. Ini kan lucu," pungkasnya.dan Menurutnya, Gerindra sudah sepakat membuat Pansus asap. Sebab dengan begitu masalah ini bisa cepat diatasi.(mdk)

