| Beruk (ist) |
Namun saat ini warga memburu beruk karena sering mengganggu ibu-ibu dan gadis di desa ini.
"Kebiasaan buruk beruk itu mengejar ibu-ibu dan anak gadis. Kami di sini menyebutkan beruk 'kanji'," ujar Rita seperti dikutip dari Antara, Senin (12/10).
Ia mengatakan, warga di wilayah ini melibatkan aparat kepolisian sektor setempat dan TNI untuk memburu beruk tersebut. Sampai sekarang, katanya, beruk tersebut belum tertangkap. Namun sejak diburu beruk tersebut tidak terlihat lagi di wilayah itu.
Ia mengatakan, beruk itu milik salah satu warga di wilayah itu. Beruk itu digunakan untuk memanjat pohon dan memetik buah kelapa. Tetapi sekarang beruk itu lepas.
Sejak beruk itu lepas, katanya, setiap ibu-ibu dan gadis sedang berjalan sendiri dikejarnya.
"Sudah banyak laporan dari warga yang merasa terganggu dengan keberadaan beruk yang berkeliaran bebas di wilayah ini," ujarnya.
Reporter : Hery H Winarno
Merdeka

