![]() |
| Demo (ilutrasi) |
Demo akan dilakukan mulai tanggal tanggal 20 Oktober hingga 28 Oktober di DPR dan Istana Negara. Aksi dilakukan untuk evaluasi 1 tahun pemerintahan Jokowi-JK.
Demo yang akan dilakukan elemen mahasiswa, buruh dan masyarakat ini dinilai sebagai langkah konkrit rakyat untuk mengingatkan pemerintahan Jokowi-JK agar lebih pro rakyat.
“Satu tahun prestasi Joko-JK dipertanyakan. Pasalnya, hampir genap 1 tahun Jokowi-JK memegang kekuasaan hampir seluruh sendi-sendi negara kacau balau, seperti ekonomi terpuruk, hukum dilemahkan, dan politik gaduh, itu artinya Jokowi-JK masih lemah dan belum ada kinerja konkretnya yang bisa dibanggakan,” tutur Panji dalam rilisnya, Senin (19/10/2015).
Panji menilai, rencana aksi demo besar-besaran dengan menggeruduk DPR dan Istana negara mengatakan aksi ini dapat dinilai wajar, karena hal tersebut menandakan rakyat semakin kritis terhadap persoalan negara yang saat ini di nilai tengah bergerak menuju kegagalan.
“Aksi tersebut akan membawa berbagai tuntutan, seperti harga sembako mahal, bencana asap, kabinet kerja gaduh, kurs rupiah anjlok, KPK dilemahkan, utang negara membengkak hingga menuntut Jokowi-JK mundur karena sudah dianggap tidak mampu untuk mengelola Indonesia ke arah yang lebih baik, di karenakan Jokowi-JK menyimpang dari seluruh janji kampanye saat Pilpres lalu,” tegas Panji.
Sumber : Cakranews


