![]() |
| Helikopter AgustaWestland AW-101. |
"Saya yakin, Presiden Jokowi tak mau dan sudah ada komitmen dari presiden untuk menggunakan produk dalam negeri," katanya di gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (27/11/2015).
Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menilai, penggunaan helikopter jenis AW 101 justru membahayakan Presiden karena ketergantungan suku cadang (spare part) asing.
"Itu membahayakan presiden, kalau spare part-nya rusak, itu harus beli di Italia. Tapi, kalau produksi PT Dirgantara, spare part-nya selalu ada. Apalagi kalau pabriknya tutup, kemana mau dicari spare part-nya," ujar Tamliha.
Hal yang lebih pasti lagi, menurut dia, anggaran untuk pembelian AW 101 tersebut belum ada sama sekali.
"Anggaran belum dibahas di Komisi I DPR RI. Belum ada pembahasan satuan II (program). Bagaimana mau membeli?," pungkasTamliha.(TS)


