![]() |
| Tifatul Sembiring |
"Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu gagal paham politik pencegahan korupsi," tegasnya di Jakarta, Jumat (6/11).
Menurut teman dekat Rizal ini, Rizal tidak bisa disamakan dengan pembuat kegaduhan. Sebaliknya, kritik Rizal harus dipandang dari perspektif politik pemberantasan korupsi.
Bersyukurlah Rizal telah mengangkat proyek-proyek pemerintah yang semula tertutup menjadi transparan hingga ke permukaan.
Sebagai contoh rencana pembelian pesawat Airbus A-350 yang dipaksakan Menteri BUMN Rini Soemarno. Jika saja tidak dikepret Rizal Ramli, niscaya proyek itu akan berjalan mulus. Dan pada akhirnya, Indonesia tinggal menunggu hari bangkrutnya maskapai penerbangan nasional, Garuda, sebagaimana terjadi pada MNA (Merpati Nusantara Airlines) karena dipaksa membeli pesawat yang tidak diperlukan.
"Yang dilakukan Rizal Ramli, merupakan cara paling efektif mencegah permainan korupsi di jajaran pejabat negara pemegang kuasa atas proyek-proyek itu," tutur dia.
Jadi apa yang menurut tafsiran Tifatul Sembiring sebagai kegaduhan, menurut Adhie, sejatinya itu adalah pencegahan korupsi, tindakan preventif atas kerugian keuangan negara.
Adhie pun mengimbau agar Tifatul maupun politikus PKS lainnya untuk beberapa kesempatan tidak asal mengeluarkan pernyataan.
"Saya berharap ke depan Tifatul Sembiring dan para politisi PKS lainnya bisa lebih cerdas dalam memahami mana kegaduhan, mana perseteruan politik dan mana pula langkah preventif penyelamatan aset atau kekayaan negara," tandas juru bicara eks Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. (jwp)


