![]() |
| Presiden Joko Widodo (kanan) berdialog dengan pengendara Go-Jek saat pertemuan bersama pengemudi kendaraan umum di Istana Negara, Jakarta, Selasa (2/9). Presiden mengundang tukang ojek pangkalan, pengemudi Go-Jek, sopir taksi, sopir angkot, pengemudi Metromini - Kopaja - Kopamilet untuk makan siang sekaligus mendengarkan aspirasi terkait pekerjaan mereka sehari-hari. (ANTARA) |
Salah satu pendukung Jokowi yang cukup kritis dikemukan Ernest Prakasa melalui akun Twitter-nya @ernestprakasa dalam menyikapi ojek online.
“Kalau Ernest sudah mulai bersuara kritis terhadap Jokowi menandakan sudah sadar. Nantinya akan diikuti oleh pendukung Jokowi lainnya,” ungkap pengamat politik Ahmad Yazid dalam pernyataan kepada intelijen, Sabtu (19/12).
Yazid mengakui masih banyak para Jokower yang belum sadar karena masih melihat mantan Gubernur DKI Jakarta itu mampu menyelesaikan masalah bangsa Indonesia. “Mereka masih menganggap Jokowi itu hebat seperti Superman dan kebetulan didukung oleh media besar,” pungkas Yazid.
Stand up komedian Ernest Prakasa turut mengkritisi “skenario” pelarangan ojek online oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, yang belakangan dibatalkan karena intervensi Presiden Joko Widodo.
“Drama Gojek ini gak lucu banget. Pak Jokowi jangan sering-seringlah bikin publicity stunt kayak gini, gak asik,” kritik Ernest melalui akun Twitter @ernestprakasa.
Artis yang juga sutradara ini dikenal sebagai pendukung loyal Joko Widodo. Ernest sempat melakukan tindakan kontroversial, yakni mengunggah foto diri yang menginjak poster tokoh PKS Anis Matta.(itl)


