logo
×

Senin, 04 Januari 2016

Jika Puan Maharani Jadi Ketua DPR, Akan Diketawain Kecebong

Jika Puan Maharani Jadi Ketua DPR, Akan Diketawain Kecebong
Panitia Rakernas PDIP Puan Maharani, saat berikan pidato pembukaan pada Rakernas PDIP III di Ancol, Jakarta (06/09). TEMPO/Dasril Roszandi
NBCIndonesia.com - Menurut ilmuwan politik dari Monash Institute, Mohammad Nasih bahwa keputusan Menkumham Yasona H Laoly terkait kepengurusan di partai Golkar tidak terlepas dari skenario pemerintah untuk membuat partai Golkar tak berdaya.

Ketidakberdayaan tersebut, lanjut dia, sengaja diciptakan pemerintah melalui Menkumham agar Golkar tidak menghambat laju pemerintahan Jokowi JK.

"Menkumham sengaja untuk menundukkan Golkar. Dengan begitu, Golkar tidak akan menjadi kekuatan yang signifikan dalam mengkritisi pemerintah," terang Cendikiawan Muslim ini pada TeropongSenayan di Jakarta, Senin (04/01/2016).

Saat ditanya dibalik keputusan Menkumham terkait kepengurusan partai Golkar apakah sebagai upaya menjegal kader Golkar menjadi Ketua DPR RI dan memuluskan Puan Maharani sebagai ketua DPR, Nasih mengatakan bahwa hal tersebut dalam dunia politik bisa saja terjadi.

"Politik itu seni untuk membuat kemungkinan. Hanya saja, kecebong akan tertawa ngakak. Saya kira itu skenario yang akan diketawain kecebong. Sudah jadi menteri, dalam periode yang sama kemudian kembali ke DPR," sindir dia.  (ts)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: