![]() |
| Herman Hery. | Foto: Detik |
Hasto mengatakan, saat ini Herman sedang berada di luar negeri. Karena itu pihaknya belum mendapatkan penjelasan yang lengkap atas kasus tersebut.
"Yang bersangkutan sedang berada di luar negeri sehingga belum sempat memberikan klarifikasi kepada PDIP," kata Hasto di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (4/1).
Hasto menduga ada motif politik dalam peristiwa ini. Terkait itu ia menunggu pernyataan Herman Hery.
"Tapi dalam situasi sekarang memang kita melihat banyak aspek-aspek politik juga yang melatarbelakangi peristiwa tersebut sehingga kami akan melakukan klarifikasi terlebih dahulu," jelas dia.
Kasus ini berawal ketika Polda NTT melakukan razia di sejumlah tempat jelang Natal dan Tahun Baru 2016. Salah satu tempat yang terkena razia dan ditutup adalah hotel dan usaha minuman keras milik Herman Hery.
Kasubdit Narkoba Polda NTT, AKPB Albert Neno mengaku mendapat telepon dari orang bernama Herman Hery. Lewat sambungan telepon, Albert Neno mengaku diancam dan ditantang karena telah menutup usaha minuman keras Herman. Akibat hal ini, Albert Neno pun melaporkan kasus tersebut ke Kapolda NTT. (mdk)


