![]() |
| TB Hasanuddin. |
"Inilah suramnya wajah intel kita. Di saat bangsa ini sedang membutuhkan aparat intelijen yang tangguh, profesional dan berdedikasi tinggi dalam rangka menghadapi gerakan teroris yang semakin masif dan brutal, tapi kita malah disuguhi aparat intel yang kolokan," kata Hasanuddin, Senin (1/2).
Wakil Ketua Komisi I DPR RI itu mengatakan bahwa Banyu seharusnya sadar, membuka identitas diri ke publik justru dapat membahayakan dirinya dan telah melanggar kode etik serta sumpah intelijen.
Dikatakan Hasanuddin, lembaga BIN sendiri pun seharusnya bertanggung jawab. Sebab sebelum yang bersangkutan diberikan SK, sudah seharusnya para agen terlebih dahulu diberikan penataran atau kursus dasar soal keintelijenan.
"Termasuk soal prosedur kerja, cara berkomunikasi, dan kode etik intelijen. Setelah semuanya dilalui dengan baik, baru kemudian dilakukan penyumpahan dan terakhir baru diberi SK," tukasnya.
Dia bisa memastikan, komunitas intelijen pun sangat menyesalkan mengapa kasus menyangkut Banyu Biru itu bisa terjadi.
"Tentu semua menyarankan segera susun dan perkuat personil personil BIN agar mampu melaksanakan tugasnya dengan lebih baik lagi. Dan isi BIN dengan aparat intelejen profesional, tangguh dan berdedikasi tinggi demi bangsa dan negara," tandas Hasanuddin, Politikus PDI-P itu. (sp)


