logo
×

Selasa, 08 Maret 2016

Pengusaha Dukung Penuh Langkah Jokowi Boikot Produk Asal Israel

Pengusaha Dukung Penuh Langkah Jokowi Boikot Produk Asal Israel

NBCIndonesia.com - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) , Haryadi Sukamdani mendukung penuh kebijakan pelarangan masuknya produk-produk Israel ke Tanah Air. Menurutnya, produk Israel tidak banyak memberi keuntungan sehingga langkah boikot dinilai tepat.

"Kenyataannya perdagangan kita dengan Israel kecil. Kita pengusaha setuju untuk boikot produk-produk Israel," kata Haryadi saat dihubungi merdeka.com di Jakarta, Selasa (8/3).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai impor dari Israel ke Indonesia hanya senilai USD 77,7 juta pada tahun 2015. Sementara untuk nilai ekspornya hanya sebesar USD 116,7 juta.

"Kita bisa cari pengganti Israel. Mudah sekali cari pengganti produk-produk mereka," kata Haryadi.

"Saya tegaskan, pengusaha mendukung keinginan presiden untuk memboikot produk Israel. Kami tidak khawatir," tutupnya.

Sebelumnya, Deputi Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Sasmito Hadiwibowo mengatakan, pelarangan masuknya produk-produk Israel ke negara yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) hanya akan berdampak kecil bagi Indonesia.

Hal ini dilihat dari nilai impor dari Israel ke Indonesia pada tahun 2015 hanya tercatat sebesar USD 77 juta. Sementara ekspor dari Indonesia ke Israel hanya sebesar USD 116,7 juta.

"Boikot ini ya tidak berpengaruh. Mungkin berpengaruh tapi kecil, karena nilai ekspor impor keseluruhan selama satu bulan bisa di atas USD 10 miliar. Sedangkan ekspor impor kita dengan Israel hanya di bawah USD 10 miliar," kata Sasmito saat dihubungi merdeka.com, Selasa (8/3).

Dia menambahkan, rendahnya nilai impor dari Israel tersebut dikarenakan jenis produk yang bernilai murah, seperti kondensor, turbin kecil, bekas senjata berbahan tembaga dan alumunium, dan bahan-bahan kimia.

Sehingga, jika Indonesia turut memboikot masuknya barang-barang tersebut, maka pemerintah bisa memproduksi sendiri atau bisa mengimpor dari negara lain.

"Contohnya besi, di sana (Israel) mengirim kita besi bekas yang nanti kita olah lagi. Kalau kita boikot ya kita bisa produksi besi sendiri atau kita cari di negara lain," imbuhnya.(mdk)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: