
NBCIndonesia.com - Merosotnya kedekatan antara pemilih dengan partai politik merupakan hal wajar. Alasannya, masyarakat telah hilang kepercayaan dengan parpol sejak banyak parpol yang mengkhianati rakyat.
Analisis ala pengamat politik itu dilontarkan cagub DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota Jakarta (21/03). “Bisa jadi rakyat merasa kepercayaan mereka dikhanati,” ujar mantan Bupati Belitung Timur itu seperti dikutip liputan6.
Di sisi lain, Ahok menegaskan, parpol yang bersih serta mendapat dukungan masyarakat, dapat mengembalikan kepercayaan rakyat kepada Parpol yang sempat hilang. “Saya yakin tidak semua parpol minta duit. Masih banyak parpol baik dengan tidak terima suap dan mau kerja sama-sama,” ujar Ahok
Sebelumnya Ahok menjelaskan, meski dahulu banyak warga yang tak percaya pada parpol, namun dengan terpilihnya Joko Widodo menjadi Presiden RI berhasil mengubah pandangan sebagian besar masyarakat yang ragu itu. “Dulu sebelum Pak Jokowi, orang apatis, skeptis bahwa ada politisi kepala daerah yang jujur bersih kerja keras. Terus ada Pak Jokowi muncul kepercayaan. Berarti rakyat timbul kepercayaan,” jelas Ahok.
Tentu saja pernyataan Ahok itu bisa dianggap sebagai kampanye negatif kepada semua partai. Hal itu disampaikan mantan Staf Khusus Mendagri Gamawan Fauzi, Umar Syadat Hasibuan. “Ahok ini sok paham. Sudah jadi pengamat aja lu Hok. Lu jangan bikin kampanye negatif kepada semua partai. Ya elah Ahok klu bkn krn Gerindra lu gak bakal sampai jd gubernur spt skrg,” tegas Umar Syadat di akun Twitter @Umar_Hasibuan.
Secara khusus Umar Syadat mengingatkan kepada pendukung Ahok. “Bagi fans Ahok lebih baik ngomongin tai*, monyet di TV dari pada pemimpin santun tapi korupsi. Entah mau kalian apakan negara ini?” tegas @Umar_Hasibuan.(it)

