
NBCIndonesia.com - Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri paham betul tindak tanduk sejumlah pihak termasuk kalangan haters alias pembenci dirinya.
Mega mengerti, dirinya sering dijadikan sebagai sasaran bullying, khususnya para pendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok itu, tapi Mega menanggapi aksi itu secara dingin.
Ketegangan di antara PDIP dan kubu Basuki di antaranya terjadi karena Basuki menyerang PDIP dengan menyebut salah satu hal yang membuat dia tidak mau diusung parpol adalah terkait mahar.
Tuduhan itu dianggap tidak benar karena diketahui kemudian, Basuki maju secara independen dengan menggandeng Heru Budi Hartono, tapi ternyata mencari dukungan parpol di antaranya dengan klaim diusung empat parpol.
Reaksi di antaranya diberikan oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini alias Risma yang menyebut, dia sama sekali tidak diminta mahar dengan maju lewat parpol yaitu PDIP, sehingga dia balik menuding justru yang maju lewat jalur independen benar-benar orang yang haus kekuasaan.
Ketegangan bertambah karena Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat membongkar posko Teman Ahok, yang menggunakan aset Pemprov DKI Jakarta.
Basuki balas menuding PDIP menggunakan aset Pemprov DKI Jakarta sebagai kantor.
Sedangkan Yusril Ihza Mahendra membongkar Basuki yang menerima gratifikasi Rp 4,5 miliar sebagai bakal calon Gubernur DKI Jakarta tanpa diproses hukum secara tegas oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Saat berbicara di atas panggung, Megawati juga sempat menyindir kedatangan Ahok ke acara peluncuran buku dirinya.
"Nah itu, Pak Ahok datang. Saya heran juga dia datang. Soalnya ada sampingannya yang bilang selalu kan, ya ada yang bilang. Terus bully-nya saya tuh," kata Megawati, yang disambut tawa para tamu.
Momen itu terjadi saat pria yang akrab disapa Ahok tersebut menghadiri acara peluncuran buku mengenai Megawati yang berjudul "Menangis dan Tertawa Bersama Rakyat" Rabu (23/3/2016) malam ini.
Ahok hadir di acara berkisar pukul 18.55 WIB. Saat ia datang, acara peluncuran buku tersebut baru masuk tahap pembukaan dan diskusi yang dimoderatori Butet.
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama disindir Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dan Seniman Butet Kertaradjasa. Saat membuka acara dan melihat Ahok datang, Butet langsung memberikan tanggapan dari atas panggung.
"Ini acara launching buku. Nah, meskipun di luar sana sedang hiruk pikuk masalah independen, Ahok tetap datang kok ke ibunya sekarang," kata Butet disambut tawa para pengunjung di Gedung Arsip Nasional, Rabu (23/3/2016).
Setelah itu, acara masuk ke sesi bincang-bincang dan diskusi.
Beberapa narasumber yang berlatarbelakang sebagai wartawan meminta Megawati naik ke atas panggung menjadi pembicara.(tn)

