
NBCIndonesia.com - Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto mengatakan, pinjaman tiga Bank BUMN dari China Development Bank (CDB) tidak boleh dipinjamkan ke perusahaan tambang, PT Medco Group International.
Apalagi, PT Medco berencana mengakuisisi PT Newmont Nusa Tenggara menggunakan pinjaman kredit tersebut.
Darmadi menilai, pinjaman tersebut sudah melenceng jauh dari perencanaan awal. Dimana seharusnya keseluruhan pinjaman dipergunakan untuk infrastruktur.
"Mestinya pinjaman diprioritaskan ke infrastruktur. Ada tiga kategori pinjaman untuk infrastruktur, industri, dan crossborder business. Mestinya enggak boleh pinjaman tersebut digunakan untuk akuisisi Newmont. Itu menyimpang dari perencanaan awal," ujar Darmadi di Jakarta, Selasa, (19/4/2016).
Darmadi juga menegaskan bahwa penyimpangan perencanaan tersebut pun bakal berujung masalah.
"Sebenarnya deal awalnya dana kucuran dari CDB itu untuk infrastruktur, tapi di tengah jalan diakalin masuk ke sektor industri dan crossborder bussiness. Inilah yang akan menjadi masalah dikemudian hari," kata dia.
Politisi PDIP ini menduga penyimpangan tujuan perencanaan tersebut disengaja agar bisa menampung 'bisnis titipan'.
"Bisa jadi ada deal khusus. Kalau kesepakatan awal untuk infrastruktur, tapi berubah begitu masuk agreement. Supaya bisa menampung bisnis-bisnis titipan," tandas Darmadi. (ts)

