logo
×

Selasa, 19 April 2016

Antisipasi Kerusuhan? Etnis Tertentu Pilih Tinggal di Pinggir Teluk Jakarta

Antisipasi Kerusuhan? Etnis Tertentu Pilih Tinggal di Pinggir Teluk Jakarta

NBCIndonesia.com - Banyak warga keturunan etnis tertentu memilih tinggal di pinggir Pantai Marina dan Mutiara. Warga keturunan itu memiliki dermaga pribadi. Patut diduga, warga keturunan menjalankan bisnis haram dan persiapan kabur jika terjadi kerusuhan.

Sinyalemen itu disampaikan pengamat politik Muslim Arbi kepada intelijen (18/04). “Penghuni di pinggir Pantai Marina dan Mutiara kebanyakan warga keturunan Tionghoa yang kaya -kaya. Saya setuju dengan Wagub DKI Djarot patut dicurigai mereka menjalankan bisnis haram narkoba karena tidak ada yang ngecek,” tegas Muslim Arbi.

Menurut Muslim, keberadaan dermaga milik pribadi bisa menjadi pertanda adanya sesuatu yang disembunyikan. “Harusnya pihak Pemprov DKI memberikan teguran, keberadaan mereka seolah-olah esklusif,” ujar Muslim.

Kata Muslim, selama ini warga keturunan Tionghoa yang menempati perumahan di pinggir Pantai Marina dan Mutiara sangat tertutup. “Mereka membentuk komunitas sendiri. Ini yang harus dibongkar ke publik agar tidak menimbulkan spekulasi publik,” jelas Muslim.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mempertanyakan keberadaan dermaga di perumahan pinggir pantai. Dermaga pribadi tersebut dianggap minim pengawasan. “Itu harus diatur perumahan mewah di Pantai Mutiara dan Pantai Marina. Terutama keluar masuk yacht,” kata Djarot di Ancol (12/04).

Dermaga pribadi yang berada di dalam rumah itu dianggap membahayakan. Salah satunya karena tak ada aktivitas yang diketahui saat keluar masuk kapal. (it)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: