logo
×

Jumat, 13 Mei 2016

Budaya Betawi Semakin Terpinggirkan, Asnawi: Harus Ada Keturunan Betawi yang Pimpin Jakarta

Budaya Betawi Semakin Terpinggirkan, Asnawi: Harus Ada Keturunan Betawi yang Pimpin Jakarta

NBCIndonesia.com - Forum Persatuan Mahasiswa Betawi menyambangi Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid di ruang kerjanya lantai 9, Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (12/5/2016).

Ketua Forum Persatuan Mahasiswa Betawi Asnawi menyampaikan kepada Hidayat bahwa perkembangan Jakarta yang pesat memang memiliki dampak bagus. Namun sisi negatifnya, keberadaan masyarakat Betawi asli semakin terpinggirkan. Begitu juga kebudayaan Betawi yang mulai menghilang karena banyaknya budaya luar yang masuk.

"Kami senang dengan pembangunan DKI Jakarta yang mempunyani banyak manfaat. Tapi dari segi kebudayan, Betawi terpinggirkan. Banyak orang luar masuk ke Jakarta. Masuk bawa kebudayaan masing-masing," ucap Asnawi kepada Hidayat.

Asnwani menilai Pemprov DKI kurang memerhatikan keberadaan masyarakat Betawi dan eksistensi budayanya. Dia menekankan pentingnya memiliki sosok gubernur maupun wakil gubernur DKI Jakarta yang merupakan keturunan Betawi.

"Harus ada orang Betawi yang jadi gubernur atau wakil gubernur DKI Jakarta," tuturnya seraya membandingkan dengan Papua dan Aceh yang mempunyai gubernur dari daerah asal.

Menanggapi keluhan tersebut, Hidayat mengatakan banyak permasalahan yang masuk ke Ibu Kota Jakarta yang agak berbeda dengan Papua. Untuk Betawi sendiri, dirinya menilai orang Betawi merupakan orang yang terbuka kepada seluruh elemen.

"Jadi memang keberagaman Indonesia sering muncul dengan otonomi DKI. Nah, kalau di Papua, bupatinya pilih rakyat. Kalau di Jakarta, dipilih Gubernur. Dengan begitu apakah orang Papua bisa dinilai lebih rasional dibanding orang Jakarta?" kata Hidayat.

Hidayat mengakui, sejarah dan budaya asli Betawi kerap terlupakan karena terpengaruh budaya lain. Namun demikian, Hidayat percaya masyarakat Betawi tetap mendapatkan porsi layak.

"Saya kira itu demokrasi, hak, kemungkinan bisa terbuka, melalui perundangan audiensi dengar pendapat. Tinggal menunggu saja. Cerahkan Betawi agar menjadi unggul," ujar Hidayat. (mtv)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: