logo
×

Jumat, 13 Mei 2016

HMI Semarang Polisikan Saut Situmorang

HMI Semarang Polisikan Saut Situmorang

NBCIndonesia.com - Sepak terjang pimpinan KPK Saut Situmorang, dalam sepekan ini mendapat sorotan tajam. Saut dikecam lantaran pernyataannya yang dinilai menjenalisir kader HMI pintar dan cerdas semasa kuliah tapi korup dan jahat ketika jadi pejabat. Padahal faktanya masih banyak kader HMI yang bersih bahkan anti korupsi.

Ungkapan itu mengemuka dalam aksi demo yang dilakukan ratusan mahasiswa yang tergabung dalam anggota Badko HMI Jawa Tengah  di depan pintu gerbang kantor gubernuran Jawa Tengah, Jl. Pahlawan Semarang, Rabu (11/6/2016). Berbagai poster antara lain bertuliskan “Saya Kader HMI LK-1 Saya Anti Korupsi”, “KPK Kawan Saut Lawan”,  “KPK Yes Sat No” dan  “KPK Dukung, Saut Gantung” dibentangkan.

“Pernyataan Saut Situmorang telah melukai hati anggota HMI dan juga KAHMI. Terlebih lagi bersifat general sehingga gampang muncul anggapan kalau HMI sebagai organisasi yang melahirkan para koruptor. Ini sangat membahayakan kelangsungan organisasi,” kata Koordinator Lapangan, Dias Saktiawan.

Seluruh anggota HMI maupun Korps Alumni HMI, lanjutnya, jelas merasa dirugikan.  Apalagi Saut Situmorang  adalah pejabat publik yang tak boleh bicara dan membuat pernyataan sembarangan. Dan pernyataan minor itu bisa dilaporkan ke kepolisian sesuai pasal 310 KUH Pidana pasal 145 ayat 1 Undang-undang No 11/2008 tentang informasi dan transaksi elektronik.

“Karena itu Saut Situmorang harus mundur dari KPK. Saut Situmorang telah terbukti tidak mampu menempatkan dirinya pada posisi yang tepat sebagai pejabat publik yang suaranya didengar seluruh bangsa Indonesia,” tandasnya.

Akhirnya setelah melakukan aksi sekitar 3 jam, pada pukul 11.30, para demonstran membubarkan diri secara tertib menuju Mapolda Jawa Tengah yang berjarak sekitar 200 meter dari gubernuran. Mereka ikut memberi suppot kepada  para kuasa hukum untuk melaporkan Saut Situmorang kepada Kapolda Jawa Tengah. (ham)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: