
Nusanews.com - Presiden Amerika Serikat Barack Obama merespons pidato calon Presiden AS dari Partai Republik Donald Trump dalam Konvensi Partai Republik di Cleveland pada Kamis malam (21/7) waktu setempat.
Dalam pidatonya, Trump mengatakan bahwa AS dalam keadaan bahaya dari meningkatnya kasus kejahatan dan terorisme. Trump juga menegaskan akan membangun tembok untuk mencegah masuknya imigran ilegal, terutama umat Muslim yang dilihat sebagai ancaman teror.
Menanggapi pidato Trump, Obama mengatakan bahwa keadaan di Amerika Serikat saat ini jauh lebih baik dari sebelumnya.
"Bayangan Trump bahwa AS dalam bahaya kolaps, dan kejahatan dan kaos merajalela tidak sesuai dengan fakta sebeneranya. Warga AS masih bisa jalan-jalan pagi, mengantar anak-anak mereka ke latihan sore dan orang-orang masih bekerja dan menikmati akhir pekan," kata Obama menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers kerja sama AS-Meksiko di Gedung Putih, Jumat (22/7) waktu setempat.
Obama mengatakan bahwa di bawah kepemimpinannya tingkat kejahatan di AS turun dari periode tiga hingga empat dekade sebelumnya. Obama mengakui bahwa kejahatan seperti penembakan polisi terhadap warga sipil dan sebaliknya seperti di Minnesota dan Baton Rouge mengalami peningkatan di beberapa negara bagian.
"Tetapi faktanya, tingkat pembunuhan saat ini lebih rendah dibanding saat Ronald Reagan menjadi presiden, dan terus menurun sejak saya menjabat Presiden," kata Obama.
"Kasus (polisi menembak sipil dan sipil membalas polisi) seperti di Minnesota dan Baton Rouge adalah tragedi yang menyedihkan. Sekarang yang harus dipikirkan adalah bagaimana caranya membangun kembali kepercayaan terhadap aparat kepolisian," lanjutnya.
Obama kembali menegaskan kasus penembakan polisi oleh sipil saat ini jauh lebih rendah dibanding era Reagan.
Terkait masalah imigrasi, Obama mengatakan bahwa selama ini AS melakukan pengawasan ketat terhadap masuknya imigran ilegal. "Kasus pekerja imigran legal saat ini lebih rendah dibanding era 80an atau 90an saat George Bush menjadi presiden".
Obama mengatakan bahwa banyak isu penting yang harus dijawab oleh AS seperti pendidikan, anggaran negara, pajak yang adil, kesenjangan sosial dan pendapatan warga AS yang stagnan. "(Untuk menjawab persoalan ini) Kita tidak bisa membuat kebijakan yang baik jika dihantui ketakutan," kata Obama.
"Kasus kejahatan dan imigrasi ilegal di Amerika saat ini lebih rendah dari 30 tahun lalu. Saya tidak mengatakan bahwa saya telah mengatasi persoalan tersebut tetapi faktanya, keadaan saat ini lebih baik," kata Obama.
Meski mengkritik Trump, namun Obama mengatakan bahwa dirinya bersedia menemui dan berdialog dengan Trump jika dia terpilih sebagai Presiden AS.
Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto yang juga hadir dalam konferensi pers tersebut mengatakan bahwa pihaknya juga bersedia membangun dialog yang konstruktif dengan siapapun Presiden AS yang terpilih. Meksiko juga tidak akan campur tangan dalam proses demokrasi (Pemilu) AS.
Meksiko adalah rekan dagang terbesar ketiga AS, namun masuknya pekerja ilegal dari Meksiko menjadi persoalan yang menjadi isu jualan Trump. Trump mengatakan akan membangun tembok untuk mencegah masuknya orang-orang Meksiko ke AS. (bs)

