logo
×

Rabu, 03 Agustus 2016

Pendukung Risma di Jakarta Mulai 'Diserang' Sampai Disebut Kegatelan

Pendukung Risma di Jakarta Mulai 'Diserang' Sampai Disebut Kegatelan

Nusanews.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini atau akrab disapa Risma berulang kali menegaskan kalau dirinya menolak dicalonkan sebagai Gubernur DKI Jakarta 2017. Risma ingin menuntaskan janji-janjinya menyelesaikan persoalan dan menyejahterakan warga Surabaya.

Penolakan Risma untuk bertarung di Pilgub DKI Jakarta ternyata tak menyurutkan gelombang dukungan dari sejumlah warga ibu kota. Semakin banyak bermunculan kelompok-kelompok pendukung Risma di Jakarta. Mereka mendukung Risma karena dianggap mampu menyelesaikan problematika Jakarta.

Kemunculan kelompok-kelompok pendukung Risma langsung dikritik lawan politik. Salah satunya politisi Hanura Rufinus Hotmaulana Hutauruk. Dia meragukan kemurnian gerakan dari relawan-relawan Risma di Jakarta. Bahkan dia menuding ada kepentingan politik di balik dukungan yang ditujukan untuk Risma.

“Sekarang ini kan banyak juga yang kegatelan, relawan-relawan yang ingin ini. Apakah relawan ini murni, kan enggak tahu,” kata Rufinus saat dihubungi, Selasa (2/8).

Tidak hanya politisi, warga Surabaya juga meminta pendukung Risma di Jakarta tidak menggoda dan mengganggu sang wali kota agar mau hijrah ke Jakarta. Risma harus tetap di Surabaya untuk menuntaskan tugas sebagai kepala daerah di kota pahlawan.

“Biarkan Bu Risma bekerja dan untuk menuntaskan program yang belum terselesaikan,” kata seorang aktivis Surabaya, Daniel Lukas Rorong, dalam diskusi bertajuk Risma: Antara Surabaya-Jakarta, di Millenium Building, Senin (1/8).

Risma menjabat sejak 17 Februari 2016, di mana sebelumnya ia pernah menjabat sebagai wali kota Surabaya pada 28 September 2010 hingga 28 September 2015.

Risma adalah wanita pertama yang terpilih sebagai Wali Kota Surabaya, dan dirinya wanita pertama yang dipilih langsung menjadi Wali Kota melalui pemilihan kepala daerah. Selain itu, Risma masuk dalam daftar pemimpin terbaik dunia.

Oleh sebab itu, Daniel mengharapkan agar Risma untuk menyelesaikan pekerjaan rumah yang saat ini belum terselesaikan.

“Biarkan Bu Risma itu bekerja sampai tuntas. Kalau semua program yang dijanjikan itu sudah terselesaikan, silakan Bu Risma dibawa ke mana pun,” ucapnya. (it)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: