logo
×

Rabu, 03 Agustus 2016

Terbongkar! Relawan Lakukan Kristenisasi di Kamp Pengungsi Muslim Dengan Cara Ini!

Terbongkar! Relawan Lakukan Kristenisasi di Kamp Pengungsi Muslim Dengan Cara Ini!

Nusanews.com - Relawan di kamp pengungsi Yunani ketahuan melakukan upaya kristenisasi terhadap pengungsi Muslim.

Dalam beberapa bulan terakhir, relawan Euro Relief sudah dua kali membagikan Injil Yohanes versi bahasa Arab kepada pengungsi di kamp Moria, Lesbos, dan menyelipkan formulir perpindahan agama di dalamnya.

Para relawan mengajak pencari suaka menandatangani formulir berisi pernyataan: "Saya tahu saya adalah pendosa ... Saya meminta Yesus untuk memaafkan dosa-dosa saya dan memberikan saya kehidupan yang kekal. Keinginan saya adalah untuk mencintai dan menuruti firmannya."

Pengungsi Muslim di Moria merasa tindakan para relawan itu sangat sensitif.

"Ini merupakan masalah besar karena mayoritas orang-orang di sini adalah Muslim dan mereka keberatan untuk pindah agama," ujar Mohamed, pengungsi asal Damaskus. "(Apalagi) mereka melakukannya saat Ramadan, bulan suci umat Muslim."

Menurut para pengungsi, formulir itu dibagikan oleh setidaknya dua relawan Euro Relief, badan amal Yunani paling aktif di Moria setelah organisasi lainnya menarik diri sebagai protes atas kesepatan antara Uni Eropa dan Turki. Kamp pengungsian itu dikelola oleh Kementerian Migrasi Yunani tapi sebagian besar aktivitas harian dilakukan oleh badan amal.

Euro Relief mengatakan tidak menyetujui upaya kristenisasi yang dilakukan anggotanya, tapi tak menyangkal tentang kemungkinan ada relawannya menyebarkan formulir perpindahan agama itu.

"Saya sudah mengambil tindakan, jadi para relawan kami mengetahui mereka tidak diperkenankan mendistribusikan karya literatur apapun. Kode etik kita ... menegaskan ini adalah sesuatu yang tak dapat mereka lakukan, dan jika ada, kami sebagai organisasi akan mengambil tindakan disipliner."

Kementerian Migrasi Yunani tidak memberikan komentar apapun terkait laporan ini. (rn)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: