
Nusanews.com - Calon gubernur petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menilai banyak kelompok yang tidak menyukai dirinya kembali melaju menjadi gubernur. Hal itu disampaikan Ahok menyusul adanya berbagai 'serangan' dari berbagai kelompok jelang Pilkada DKI Jakarta 2017.
Ahok menuturkan, meski banyak yang tidak menyukai dirinya selama menjabat menjadi Gubernur DKI Jakarta, akan tetapi warga Jakarta harus berlapang dada karena jabatan Ahok baru akan selesai Oktober 2017. Dirinya hanya ingin menunjukkan selama dirinya menjabat, hasil yang diperoleh warga Jakarta berbeda dari Gubernur-gubernur sebelumnya.
"Takut amat Ahok jadi Gubernur gitu lho. Suka ga suka, Ahok sampe Oktober 2017, gue kasih liat dah, gubernur masa gue itu beda. Gitu aja," ungkap Ahok, Rabu (7/9), di Kantor Balai Kota Jakarta.
Ahok menambahkan, rata-rata kelompok yang menentangnya memiliki calon yang diusung masing-masing.
Namun bukannya menunjukkan program-program secara jelas, sejumlah kelompok tersebut justru menyuarakan seruan-seruan tolak Ahok dan menyarankan untuk memilih calon yang diusungnya.
"Saya udah bilang kasih tau dong program kamu ke saya supaya orang Jakarta bisa dapatkan yang terbaik. Saingan sama saya program ga jelas cuma ngomong pokoknya bukan Ahok, terus ngarepin Ahok ga ikut, terus dorong-dorong ga terima Ahok pake masa gitu lho, kan kampungan," tutur Ahok.
Seperti halnya massa Hizbut Tahrir yang pada tanggal 4 September 2016 lalu melakukan demo di area care free day, Tamrin, Jakarta Pusat. Massa tersebut kompak menyerukan penentangan Ahok maju kembali di Pilkada DKI. Mengaku tak terlalu memusingkan aksi tersebut, Ahok justru menantang Hizbut Tahrir untuk bergabung dengang kelompok penentang Ahok lain.
"Terus massa dari Tangerang, Bogor, Bekasi datang Minggu pagi tolak Ahok. Saya juga lucu gitu lho. Hizbut Tahrir itu bukan cuma tolak Ahok tapi demokrasi juga. Jadi, kali ini dia setuju demokrasi tapi bukan Ahok, lah ini top bener. Udahlah, baguslah gabung aja semua gitu lah," ujar Ahok. (jn)

