
Nusanews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah pernyataan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri yang menyebut KPK saat ini bermain politik.
"Insya Allah KPK tetap istiqomah dalam pemberantasan korupsi, tanpa campur tangan politik," ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha di Gedung KPK Jakarta, Selasa (6/9/2016).
Menurut Priharsa, KPK tidak akan terpengaruh dengan situasi politik dalam setiap penanganan perkara hukum.
Hal itu termasuk pada perkara hukum yang melibatkan politisi.
Pernyataan mengenai KPK tersebut disampaikan Megawati saat memberikan sambutan pada pembukaan Sekolah Partai PDI Perjuangan di Wisma Kinasih, Depok, Jawa Barat, Selasa.
"KPK itu sekarang main politik. KPK itu dulu saya yang bikin loh," ujar Megawati.
Namun, Mega tidak menjelaskan lebih jauh maksud pernyataan "main politik" tersebut.
Pada bagian lain pidatonya, Mega mengatakan, banyak kepala daerah yang terjerat kasus hukum.
Dari kasus-kasus yang menjerat kepala daerah, menurut Mega, yang terbanyak kasus korupsi dana bantuan sosial.
"Paling banyak kena itu bansos. Bansos itu memangnya duit sendiri? Bukan," ujar Megawati.
(Baca: Megawati: KPK Sekarang Main Politik)
Acara Sekolah Partai II di Depok itu dihadiri 54 orang calon kepala daerah yang telah direkomendasikan oleh PDI Perjuangan.
Mereka akan bertarung dalam pilkada serentak 2017 mendatang. Tampak hadir antara lain Djarot Saiful Hidayat, Hasto Wardoyo, dan Rano Karno. (kp)

