
NUSANEWS - Jika memang benar penunjukkan mantan Menpan RB Yuddy Chrisnandi sebagai Dubes RI untuk Ukraina adalah upaya penyingkiran Yuddy di panggung politik.
Penegasan itu disampaikan mantan staf khusus Menpan RB Yuddhy Chrisnandi, Arman Garuda Nusantara. “Kalau penunjukan Prof @yuddychrisnandi ini memang benar sebagai upaya penyingkiran di Panggung Politik, maka apa yang dilakukan Pak Presiden @jokowi Itu tak ubahnya seperti gaya Penguasa Orba. Karena di Era Orba dulu, orang yang kritis terhadap Pemerintah justru yang disingkirkan.. Cc: Pak @jokowi,” tulis Arman di akun Twitter @armangn8.
Menurut Arman, seharusnya di era “Revolusi Mental”, sikap mental seperti Orde Baru sudah dibuang jauh-jauh.
“Kalau di Rezim Orba dulu ada anggapan bahwa posisi Dubes itu biasanya diberikan kepada mantan pejabat yang kritis terhadap Pemerintahan; Cc: @jokowi,” tegas @armangn8.
Diberitakan sebelumnya, Yuddy Chrisnandi termasuk dalam daftar nama calon Dubes RI yang diserahkan ke DPR.
Terkait hal itu, pemerhati sosial politik, Aderatmadja, mengatakan digesernya posisi Yuddy dari Menpan tidak lebih dari upaya mengurangi persaingan politik elit nasional.
“Sekarang, Yuddy dibuang ke Ukraina semakin jelas ada upaya menjauhkan Yuddy dari habitatnya di Jawa Barat,” ujar Aderatmadja, seperti dikutip tribunnews (27/11).
Aderatmadja mengungkapkan, bagi masyarakat Jawa Barat penugasan tersebut tidak lebih dari upaya menjauhkan Yuddy Chrisnandi dari percaturan politik tanah air. “Semua yang terjadi kepada para tokoh Jawa Barat utamanya kepada Yuddy Chrisnandi akan menjadi catatan dan akan kami rumuskan sebagai sikap Jawa Barat pada Pemilu Presiden 2019,” ujar Aderatmadja.
Setidaknya ada sebanyak 23 nama calon dubes yang diserahkan Jokowi ke DPR. Di antaranya adalah Yuddy Chrisnandi, politisi Golkar Tantowi Yahya, Kepala Sekretariat Presiden Darmansjah Djumala dan peneliti Ikrar Nusa Bakti. (it)

