
NUSANEWS - Beredarnya konten video dari Dragon Tv yang menyebutkan petinggi TNI mengamuk karena dua Purnawirawan TNI ditangkap dianggap pihak Kepolisian Daerah Metro Jaya adalah hoax.
Oleh sebab itu, penyidik dari Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya akan mencari dan menangkap pelaku video yang viral di masyarakat itu.
Diketahui video yang berdurasi 1 menit 42 Tv itu berisikan narasi soal marahnya petinggi TNI atas ditangkapnya dua purnawirawan TNI.
Ada gambar-gambar soal penangkapan seperti saat PKI.
Namun tidak ada satu pun wawancara yang ada dalam video tersebut kepada nara sumber baik dari pihak TNI atau Polri.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan bersama Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Laksama langsung menjelaskan soal kasus beredarnya video hoax tersebut.
Bahkan, dalam kesempatan itu, Iriawan juga sempat menunjukan foto saat sedang rapat di Mapolda Metro Jaya, Kamis (3/12) malam sebelum adanya aksi bela islam jilid III di Monas, Gambir, Jakarta Pusat.
Pasca ditangkapnya Mayor Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zein dan Brigjen Tni (Purn) Adityawarman karena diduga hendak melakukan makar, terdapat akun di YouTube yang menyebarkan video menyesatkan.
Dalam video tersebut, dikatakan penangkapan Kivlan dan Adityawarman membuat perwira-perwira tinggi di TNI menjadi marah.
"Ada Dragon TV yang menyebarkan informasi menyesatkan, dikatakan perwira tinggi TNI AD dan Pangdam marah terhadap pengambilan pak Kivlan dan pak Adityawarman," kata Iriawan pada wartawan di Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (6/12).
Iriawan menegaskan, kabar tersebut merupakan kabar sesat belaka.
Sebab, saat menangkap para pelaku yang diduga hendak melakukan makar itu, polisi bekerja sama dengan Polisi Militer (PM) dan Kodam Jaya.
Saat ini, polisi pun masih mencari tahu siapa orang yang menyebarkan video tersebut.
"Sekarang akunnya masih kami cari, yang mengatasnamakan Dragon TV itu" tuturnya.
Dia menerangkan, polisi sudah melacak akun tersebut hingga ke televisi China, tapi tak ada.
Dia pun menegaskan, pada semua pihak untuk tidak mencoba-coba melanggar UU ITE karena polisi memastikan akan memburunya dan meminta tanggung jawabnya tas pelanggarannya itu.
"Saat membawa pak Kivlan dan pak Adityawarman pun kami bersama PM dan POM TNI," katanya.
Bahkan, kata dia, pihak kepolisian sudah bekerjasama dengan pihak Televisi dari Tiongkok untuk mencari akun tersebut.
Karena memang diketahui itu memang berita hoax.
"Kami sudah mencari sampai ke televisi China. Untuk mengungkap kasus ini," tutur dia.
Sementara itu, Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Laksama juga menegaskan, adanya pemberitaan kalau perwira TNI marah terkait penangkapan dua purnawiran TNI tidak benar adanya.
Menurutnya, pimpinan TNI juga sudah diberikan laporan terkait dugaan makar traenut. Sehingga, pihaknya tidak semena-mena membantu polri dari mengamankan tersangka makar tersebut.
"Secara tegas rantai komando TNI itu jelas yaitu tegak lurus, sehingga tidak ada yang diluar rantai," tegasnya saat jumpa pers di Polda Metro Jaya.
Teddy menuturkan, koordinasi yang dilakukan sangat jelas bahkan seluruh barangbukti juga dibeberkan dalam pertmuan di tanggal 1 desember malam.
"Kami sudah melakukan rapat, sehingga kami tidak semena-mena melakukan penangkapan," ucap dia. (tn)

