
IDNUSA - Emir Kano, Alhaji Muhammadu Sanusi II meminta ulama Muslim di negara tersebut untuk berhenti menggunakan masjid dalam menyebarkan pesan kebencian di antara warga Nigeria.
Hal tersebut disampaikan Sanusi saat meresmikan masjid di Universitas Teknologi Nigeria. Selesai meresmikan masjid, ia langsung memimpin ibadah shalat Jumat dan menyampaikan khutbahnya.
Menurut Sanusi, saat ini, beberapa Muslim, terutama ulama, bersembunyi di bawah kesucian dan kekebalan tempat-tempat suci untuk mengatur salah satu bagian masyarakat terhadap masyarakat lainnya. Hal ini sangat disayangkan dan bertentangan dengan ajaran Islam.
“Ulama Muslim, dan semua umat Muslim, harus memberitakan perdamaian dan bekerja untuk mencapai perdamaian dengan anggota agama-agama lain,’ ujar Muhammadu Sanusi II seperti dilansir naijanews.com, Sabtu (28/1).
Dia meminta, umat Islam di seluruh negeri untuk bersatu dan membentuk sebuah kelompok bersama untuk penyebaran agama. Sanusi juga menyerukan toleransi beragama di antara anggota dua agama terbesar di Nigeria. Toleransi ini akan menjadi obat mujarab untuk perdamaian di negara tersebut.
Nigeria memiliki jumlah populasi muslim terbesar di Afrika Barat. Pew Research Center memperkirakan pada tahun 2010 terdapat 48,5 muslim di Nigeria dari keseluruhan jumlah penduduk. Angka ini mengalami penurunan dari tahun 2009 yang berjumlah 50,4 persen. Mulim Nigeria didominasi Sunni.
Jumlah sekte Islam radikal di Nigeria mengalami peningkatan. Di antaranya kelompok Boko Haram, Maitatsine dan Darul Islam. (rol)

