logo
×

Rabu, 05 April 2017

Stiker "Pribumi" Berbahaya

Stiker "Pribumi" Berbahaya

IDNUSA, JAKARTA - Pengamat politik Universitas Paramadina, Handri Satrio menyebutkan, fenomena pemasangan stiker bertuliskan "Pribumi" di kaca mobil berbahaya dan dapat memecah-belah warga.

"Ini bahaya! Kita itu masih punya trauma pada tragedi 1998. Kita juga masih memertanyakan, apa sih definisi pribumi atau nonpribumi. Itu luka lamalah ya, dan luka lama yang masih basah itu gak perlu dibuka-buka lagi," ujarnya saat berbincang dengan Rimanews, hari ini.

Belum lama kemarin, netizen ramai memperbincangkan isu penempelan stiker pribumi semenjak malam sebelum berlangsung aksi massa 313. Isu ini berawal dari foto yang viral di media sosial yang menunjukkan seseorang tengah menempelkan stiker di mobil yang berada di tengah jalan raya.

Meskipun polisi sudah menegaskan bahwa isu tersebut cuma hoax, netizen tetap gaduh, meskipun tak semua warga dunia maya merespon serius.

"DI KTP tdiak ada tertulis pribumi. Adanya WNI. Istilah pribumi sebagai alat cari dukungan jangan terbawa arus. Kita harus sadar," tulis netizen.

Isu yang membuat kegaduhan di antara warganet tersebut muncul di tengah kampanye Pilkada Jakarta putaran kedua. Pilkada Jakarta putaran kedua diikuti oleh pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Hendri pun berharap dan mengingatkan semua pihak supaya tak mudah termakan dengan isu hoax yang tidak bisa dipertanggungjwabkan kebenarannya. Kepada seorang teman, founder lembaga survei KedaiKOPI itu mengaku sempat menegur karena menyebarluaskan hoax pemasangan "stiker pribumi" tersebut.

"Gue bilang kalau enggak lihat langsung jangan disebar. Kalau enggak tahu enggak usah disebar, dan juga yang tahu mending enggak usah disebar. Kita harus sudah saatnya stop menyebarkan hoax-hoax yang dapat memecah belah," ungkapnya. (rn)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: