![]() |
| Foto di media sosial yang menggambarkan aksi 1.000 lilin di Manahan, Solo. Foto tersebut bukan diambil di Solo. (Facebook) |
Penelusuran Solopos.com, foto tersebut diunggah di media sosial pada Minggu (14/5/2017) di akun @PanjiHarmawan. “Malam ini Solo untuk Indonesia. Walau harus tak umpet Alhamdulillah Kidung Untuk Negeri tetap Menyala di depan Monumen Soekarno Manahan Solo,” demikian bunyi keterangan tertulis yang menyertai gambar itu.
Gambar tersebut menunjukkan massa membawa lilin dengan latar belakang foto Patung Bung Karno di Manahan, Solo. Hingga Senin (15/5/2017) malam pukul 20.30 WIB, unggahan di Twitter ini telah di-retweet hingga 151 kali.
![]() |
| Foto di media sosial yang menggambarkan aksi 1.000 lilin di Manahan, Solo. Foto tersebut bukan diambil di Solo. (Twitter) |
Hasil penelusuran Solopos.com berdasarkan link unggahan tersebut di Google Image, muncul dua unggahan gambar serupa di Twitter. Ternyata, aksi 1.000 lilin tersebut bukan diambil di Solo, melainkan di Jakarta.
Gambar tersebut sebenarnya merupakan gabungan antara dua foto, yaitu foto Patung Bung Karno di Manahan dan foto aksi 1.000 lilin di Tugu Proklamasi, Jakarta, Rabu (10/5/2017) lalu, karya fotografer Antara, Rivan Awal Lingga. Foto asli aksi di Tugu Proklamasi itu digabungkan dengan foto Patung Bung Karno di atasnya. Berikut foto aksi 1.000 lilin yang sesungguhnya di Jakarta:
![]() |
| Massa mengikuti aksi damai di Tugu Proklamasi, Jakarta, Rabu (10/5/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Rivan Awal Lingga) |
“Izin dari Polresta sudah keluar. Namun, berhubung ada beberapa kegiatan di Kota Solo yang digelar bersamaan, untuk sementara kami batalkan dulu yang tanggal 14. Kelanjutannya sepeti apa, nanti kami informasikan lagi di media sosial,” kata Silvy, 35, pejabat Humas kegiatan Penyalaan Seribu Lilin bagi Indonesia Tercinta, saat dihubungi Solopos.com, Sabtu (13/5/2017) lalu.
Sementara itu, rencana aksi Solidaritas Anak Negeri untuk Keadilan dan NKRI dengan menyalakan 1.000 lilin dari Benteng Vastenburg sampai Tugu Pamandengan pada Minggu (14/5/2017) malam, juga batal. Penyebabnya, peserta aksi tidak mendapat izin dari polisi karena dilaksanakan pada malam hari dan hari libur.




