logo
×

Minggu, 30 Juli 2017

Begini Cara WN Tiongkok Sindikat Penipuan Online Internasional Masuk ke Surabaya

Begini Cara WN Tiongkok Sindikat Penipuan Online Internasional Masuk ke Surabaya

NUSANEWS, JAKARTA -  Bareskrim Polri melakukan penggerebekan secara serentak di empat lokasi berbeda terkait kejahatan penipuan online internasional, yakni di Jakarta, Bali, Surabaya dan Batam.

Dalam penggerebekan hasil kerjasama dengan Polda Metro Jaya, Polres Depok dan Polrestabes Surabaya dan kepolisian Tiongkok itu, total polisi mengamankan 150 WNA yang rata-rata dari Tiongkok.

Sampai saat ini, belum diketahui dengan jelas siapa otak sindikat tersebut. Namun polisi memastikan, para korban sindikat internasional itu adalah warga Tiongkok sendiri.

Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Didik Sugiarto sendiri menyebut, penggerebekan di empat lokasi itu adalah satu kesatuan.

“Masih satu kesatuan (operasi di Jakarta, Bali, dan Surabaya, Red). Kami saling koordinasi. Tapi, masih kami perdalam dan petakan,” ungkapnya.

Kapolrestabes Surabaya Kombesp M. Iqbal mengatakan bahwa pihaknya sekadar membantu pengungkapan yang dilakukan Bareskrim, Polda Metro dan kepolisian Tiongkok.


“Soal detailnya, saya juga belum tahu. Apalagi, tidak ada satu pun dari warga asing itu yang bisa berbahasa Indonesia. Entah itu beneran atau berpura-pura, saya tidak tahu,” ucapnya.

Dari pemeriksaan sekilas, sindikat itu datang ke Surabaya secara bergiliran mulai Januari hingga Februari 2017.

“Kemudian, mereka langsung datang ke tiga rumah di Graha Family ini,” bebernya.

Lamanya mereka di Surabaya juga bisa dilihat dari tempat penggerebekan. Banyak peralatan memasak dan kasur yang berderet-deret di rumah tersebut.

Fungsi rumah diubah menjadi mirip bangsal dan tempat kerja begitu saja. Dari pemeriksaan sementara, mereka datang dengan visa kunjungan biasa. Ada beberapa orang yang overstay.

Dari tiga rumah yang digerebek di Surabaya, polisi menyita 5 laptop, 3 iPad mini, 1 iPad, 41 telepon, 12 wireless router, 12 network hub, 82 ponsel, dan 17 numeric keyboard.

“Mereka tampaknya sangat pro¬fesional,” ucap mantan Kabidhumas Polda Metro Jaya tersebut.



Hanya, Iqbal menyatakan belum tahu soal proses selanjutnya.

“Karena kami hanya bertugas mem-back up. Mabes nanti dengan kepolisian Tiongkok yang memutuskan, apakah langsung diekstradisi atau diproses dulu di sini,” tutupnya.  (ps)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: