
NUSANEWS, JAKARTA - Sudah lebih dari 100 hari kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan bergulir. Puluhan saksi dan ahli telah dimintai keterangan atas kasus itu. Namun, hingga sekarang pelakunya belum bisa terungkap.
Titik terang tampaknya mulai terlihat. Kapolri Jenderal Tito Karnavian baru saja menghadap Presiden Joko Widodo. Dia memaparkan perkembangan kasus yang menimpa penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi itu. Termasuk, menunjukkan sketsa wajah terduga pelaku penyiraman air keras.
"Saya sudah menjelaskan, bahwa hingga hari ini ada 59 saksi yang sudah didengar keterangannya. Kemudian, ada lima (terduga) orang yang sudah kami amankan," kata dia di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (31/7).

Selain itu, mereka juga memeriksa sejumlah CCTV yang ada di dekat kediaman korban di Kelapa Gading, Jakarta Utara. "Ada lebih kurang 50 CCTV dalam radius 1 kilometer juga sudah kami lihat. Ada sekitar 100 lebih toko kimia yang menjual H2SO4 sudah kami datangi," papar dia.
Kepada Presiden, Tito mengaku sudah melaporkan adanya lima orang yang sempat diamankan. "Yaitu saudara M, saudara H, kemudian saudara MAL, kemudian dilanjukan dengan namanya Miko, karena muncul di medsos sehingga kita juga mencurigai apakah ada hubungan dengan saudara Novel, dan diamankan oleh anggota," terang dia.
"Dan kemudian terakhir saudari Miryam yang bukan hanya atas permintaan dari KPK untuk dicalonkan pencarian penangkapan, tapi juga kita berasumsi yang bersangkutan ada hubungannya dengan peristiwa penganiayaan," sambungnya.
Mantan Kapolda Papua ini meneranhkan, kelima saksi itu sudah dicek alibinya semua. "Dan kami lakukan pemeriksaan mendalam, IT, saksi dan lainnya. Dan kami tidak mendapatkan hubungan antara kelima yang kami amankan dengan peristiwa penganiayaan," terang dia. (jpg)

