
NUSANEWS, JAKARTA - Bareskrim Polri melakukan penggerebekan secara serentak di empat lokasi berbeda terkait kejahatan penipuan online internasional, yakni di Jakarta, Bali, Surabaya dan Batam.
Dalam penggerebekan hasil kerjasama dengan Polda Metro Jaya, Polres Depok dan Polrestabes Surabaya dan kepolisian Tiongkok itu, total polisi mengamankan 150 WNA yang rata-rata dari Tiongkok.
Sampai saat ini, belum diketahui dengan jelas siapa otak sindikat tersebut. Namun polisi memastikan, para korban sindikat internasional itu adalah warga Tingkok sendiri.
Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Didik Sugiarto kepada sejumlah wartawan di lokasi penggerebekan di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (30/7) pun mengaku masih mendalami kasus tersebut.
“Masih satu kesatuan (operasi di Jakarta, Bali, dan Surabaya, Red). Kami saling koordinasi. Tapi, masih kami perdalam dan petakan,” ungkapnya.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos menyebutkan, sindikat tersebut sebenarnya sudah diintai sejak Maret lalu.
Ketika itu Mabes Polri menerima pengaduan kepolisian Tiongkok yang menyebutkan ada sejumlah sindikat penipuan dengan sasaran warga Tiongkok yang bermarkas di Indonesia.

Dari catatan Jawa Pos, dalam dua tahun terakhir ada empat kali penggerebekan polisi terkait kasus penipuan yang dilakukan WN Tiongkok.
Pertama terjadi pada Mei 2015 di Cilandak, Jaksel. Ketika itu sebuah sindikat penipuan dengan modus yang sama digerebek.
Dari operasi tersebut, 33 orang ditangkap. Kemudian, pada Desember 2015, giliran Polda Metro Jaya yang membekuk 30 anggota sindikat penipuan dengan sasaran warga Tiongkok.
Pada 2016, tidak terdengar penggerebekan. Namun, Mei lalu Bareskrim Mabes Polri bersama Polda Sumut menggerebek sebuah rumah di kawasan Tanjung Morawa, Deli Serdang.
Ketika itu 77 WN Tiongkok ditangkap kemudian diekstradisi ke Tiongkok.
“Tampaknya mereka belajar bahwa di Jakarta tidak aman. Mereka kemudian pergi ke daerah-daerah,” kata seorang petugas Polda Metro Jaya yang juga menangani kasus tersebut.
Yang terakhir sekaligus yang paling besar adalah operasi penggerebekan yang dilakukan kemarin.
Penggerebekan pun dilakukan di empat wilayah secara bersamaan yakni di Jakarta, Surabaya, Bali dan Batam.
“Masih satu kesatuan (operasi di Jakarta, Bali, dan Surabaya, Red). Kami saling koordinasi. Tapi, masih kami perdalam dan petakan,” ungkap Didik.

Sindikat ini terbilang cukup besar menilik pada ‘markas’ yang dijadikan sebagai kegiatan aksi tipu-tipunya.
Di Jakarta sendiri, home base-nya berada di Pondok Indah. Di Bali, markas mereka terdapat di Kuta Selatan.
Lalu, di Surabaya, langsung tiga rumah di perumahan paling mahal, Graha Family, yang mereka huni. (ps)

