
NUSANEWS - Pergerakan Pemuda - Kemahasiswaan Bersatu (Pergerakan PKB) kembali turun ke jalan mengusut tuntas kasus kardus Duren Gate yang diduga melibatkan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imim.
Kali ini, mereka menyambangi kantor PDI Perjuangan Jl Diponegoro Menteng Jakarta Pusat. Para mahasiswa mendesak petinggi PDI Perjuangan untuk berpikir ulang dan menolak figur Cak Imin sebagai Cawapres Jokowi.
"PDIP harus bisa cari pendamping yang bersih dan terbebas dari skandal dugaan korupsi. Kita minta PDIP ikut mendukung kasus kardus durian yang menyeret nama Cak Imin," ujar Koordinator Pergerakan PKB Cak Fahris, saat berorasi, Kamis (29/3/2018).
Dalam aksinya tersebut, massa juga membawa kardus bertuliskan "Kardus Duren" dan menggelar spanduk bertuliskan "Pergerakan Pemuda Mahasiswa Bersatu: Tolak Cak Imin sebagai Cawapres Jokowi karena banyak tokoh muda muslim yang menjadi ketua partai dan bersih tidak serakah", Bongkar kasus Kardus Duren, Tolak Cak Imin jadi Wapres Jokowi".
Lebih lanjut, Cak Fahris mengaku pihaknya juga bakal menyambangi kantor Demokrat dan Gerindra dengan menyampaikan tuntutan yang sama. Karena pihaknya yakin Capres manapun bakal berpikir ulang untuk meminang Cak Imin sebagai wakilnya.
"Jangan sampai elektabilitasnya semakin anjlok gara-gara salah meminang. Semoga PDIP, Gerindra dan Demokrat bisa mempertimbangkannya," ucap Cak Fahris.
Lebih jauh, Cak Fahris meminta Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga untuk membongkar kembali kasus kardus duren dan membantu para Capres menelusuri rekam jejak pendampingnya yang akan bertarung di Pilpres 2019.
"Menuju Pilpres 2019 yang bermartabat, bersih, kami minta KPK menindaklanjuti dan menelusuri bakal Cawapres yang tersangkut kasus dugaan korupsi. Jauhkan kegaduhan di tanah air," paparnya.
Kasus kardus duren ini melibatkan Cak Imim yang kala itu menjabat Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans). Kasus ini juga melibatkan PT Alam Jaya Papua sebagai pihak swasta.
KPK ketika itu melakukan tangkap tangan pada 25 Agustus 2011 dan meringkus dua anak buah Cak Imin. Yakni, Sekretaris Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Kawasan Transmigrasi I Nyoman Suisnaya dan bekas Kepala Bagian Perencanaan dan Evaluasi Program Kemenakertrans Dadong Irbarelawan.
KPK menangkap Kuasa Direksi PT Alam Jaya Papua Dharnawati yang baru saja mengantarkan Rp1,5 miliar ke kantor Kemenakertrans. Duit itu dibungkus menggunakan kardus durian. Uang tersebut merupakan tanda terima kasih karena PT Alam Jaya Papua telah diloloskan sebagai kontraktor DPPID di Kabupaten Keerom, Teluk Wondama, Manokwari, dan Mimika, dengan nilai proyek Rp73 miliar.
Pada persidangan di 2012, Dharnawati mengaku uang itu sebenarnya ditujukan untuk Cak Imin. Namun Cak Imin berkali-kali membantah, baik di dalam atau luar persidangan.
SUMBER

