logo
×

Minggu, 18 Maret 2018

Hasil Survey: Inilah 8 Kandidat Cawapres Jokowi di Pilpres 2019

Hasil Survey: Inilah 8 Kandidat Cawapres Jokowi di Pilpres 2019

NUSANEWS - Beragam lembaga survei di Indonesia, memunculkan delapan nama calon wakil presiden (cawapres) yang disebut-sebut bisa mendampingi Joko Widodo padaPemilihan Presiden 2019 mendatang. Nama-nama tersebut diambil dari berbagai kalangan, mulai dari militer hingga tokoh agama.

Siapa saja kah mereka?

Berikut ini adalah nama-nama yang disebut-sebut sebagai kandidat Cawapres Jokowi pada Pilpres 2019 nanti:

1. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

Dalam berbagai hasil survey, nama AHY seringkali menjadi kandidat cawapres terkuat dibandingkan dengan tokoh lainnya. Dari hasil survei Indo Barometer, nama AHY pun dianggap cocok untuk mendampingi Jokowi dengan perolehan angka 9,6 persen.

2. Muhaimin Iskandar (Cak Imin)

Tokoh yang berasal dari kalangan santri ini juga seringkali terlihat mendampingi Jokowi dalam beberapa kegiatan kunjungan kerja. Dalam hasil survei yang dirilis oleh Alvara Research Center lalu, Cak Imin menempati posisi kedua sebagai kandidat yang layak untuk menjadi cawapres Jokowi dengan perolehan angka 59,6 persen.

3. Hary Tanoesoedibjo (HT)

Nama HT masuk dalam jajaran 10 besar calon wakil presiden (cawapres) terfavorit pilihan responden hasil survei yang dilakukan Poltracking Indonesia. Tak hanya itu, berdasarkan hasil survei Alvara Research Center, popularitas Hary Tanoe juga berhasil mengungguli Cak Imin, Anies Baswedan dan Wiranto dengan perolehan angka 1,3 persen.

4. Said Aqil Siroj

Belum lama ini, nama Ketua Umum Pengurus Besar NU, Said Aqil Siroj juga muncul sebagai Cawapres yang diinginkan sebagian besar masyarakat Nadhalatul Ulama (NU).

“Mayoritas warga Nahdliyin menghendaki Kiai Said menjadi pendamping Jokowi di Pilpres 2019,” kata Koordinator Pemuda Aswaja Nur Khalim beberapa waktu lalu.

Khalim menyebutkan bahwa pasangan Jokowi-Said Aqil merupakan hubungan kalangan nasionalis dan santri. Said Aqil dinilai sebagai seorang pemimpin yang sukses saat menjabat sebagai ketua PBNU sehingga cocok untuk disandingkan dengan Jokowi terlebih sebagian masyarakat tergabung dalam ormas NU.

5. Muhammad Romahurmuziy

Ketua Umum PPP Romahurmuziy kerap digadang-gadang sebagai cawapres. Meski begitu PPP belum secara resmi menyodorkan nama-nama cawapresnya kepada Jokowi. Di sisi lain, Romy, sapaan akrab Ketum PPP ini memang masih enggan mengakui ia ingin menjadi cawapres Jokowi.

Namun, sebagai partai pengusung Jokowi di 2019, Romy menyebut PPP punya sejumlah kriteria cawapres. Akhir-akhir ini Romy mulai terlihat rajin berkunjung ke sejumlah tokoh dan menyapa masyarakat seluruh Indonesia. Namun, banyak orang mengaitkan safari politik ini sebagai strategi jelang pilpres 2019 walaupun Romy mengakuinya hanya sebatas silaturahmi biasa.

6. Mahfud MD

Figur yang dihormati oleh kalangan masyarakat Nadhlatul Ulama (NU) ini juga terlihat dapat menambah segmen pemilih Islam yang moderat. Mahfud MD dilihat memiliki pengalaman yang mumpuni di tiga lembaga politik yakni yudikatif (Ketua MK), eksekutif (sebagai menteri) dan legislatif (sebagai anggota DPR). Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Coruption Watch (ICW), Donal Fariz juga menyebut, Mahfud pantas mendampingi Jokowi sebagai Calon Wakil Presiden pada periode kedua karena dinilai bersih dari kasus hukum masa lampau.

7. Gatot Nurmantyo

Berdasarkan survei Alvara Research Center, sebanyak 61,9 persen responden menyatakan setuju bila Jokowi menggandeng Gatot Nurmantyo yang merupakan mantan Panglima TNI tersebut.

Hal tersebut dibuktikan dari hasil survei bahwa Gatot dapat mengungguli dua kandidat lainnya yaitu Muhaimin Iskandar dan AHY. Selain itu, hasil simulasi Capres-Cawapres juga menunjukkan bahwa perpaduan antara sipil militer paling disukai oleh responden dibandingkan dengan perpaduan tokoh nasionalis-Islam dan perpaduan tokoh Jawa-Luar Jawa.

8. Jusuf Kalla (JK)

JK yang masih berstatus sebagai wakil presiden RI dinilai memiliki elektabilitas tinggi dan dapat mempengaruhi tingkat pemilih Jokowi nantinya. Ia menempati posisi teratas berdasarkan hasil survei Poltracking mengungguli kandidat lainnya.

SUMBER
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: