
NUSANEWS - Direktur Centre For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafl meminta pelantikan tiga pimpinan baru MPR hari ini, Senin 26 Maret2018, dibatalkan.
Menurutnya pelantikan pimpinan MPR baru bukan proses kenegaraan yang wajar, melainkan pesta kemenangan elite partai. Banyak kepentingan politik dibalik berlakunya sejumlah pasal kontroversial di UU MD3 tersebut.
‘Saya ingin enggak ada pelantikan, digagalkan atau ditunda dulu. lni kayak pesta kemenangan elite partai,” kata Uchok.
Menurut dia parlemen seharusnya memikirkan kondisi negara yang mulai mengkhawatirkan seperti pembengkakan utang pemerintah, pelemahan nilai tukar rupiah, tingginya impor hingga kenaikan sejumlah kebutuhan pokok.
Namun sebaliknya, anggota parlemen seolah melakukan euforia dengan bagi-bagi kursi. Apalagi penambahan kursi pimpinan MPR justru menambah beban negara lewat pemberian fasilitas rumah, kendaraan dinas, ruang pimpinan, hingga pengawalan.
“Ini yang harus menjadi perhatian bukan memperebutkan kursi MPR. Akibat UU MD3 ada penambahan dan kenaikan akomodasi,”katanya.
Terkait hal tersebut, Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia ( Formappi) turut berkomentar pedas. Peneliti Formappi, Lucius Karus mengatakan penambahan pimpinan MPR leat UU MD3 adalah bentuk bagi-bagi jatah antarparpol.
Tambahan tiga pimpinan itu berasal dari tiga partai dengan suara tertinggi pada Pemilihan Umum Anggota Legislastif 2014.
“Dari sisi kebutuhan ini kayaknya bagi-bagi jatah yang dari awal parlemen memang akrab dengan bagi jatah. Pantas saja PPP marah karena dari awal enggak dapet jatah,” kata Lucius.
SUMBER

