logo
×

Rabu, 04 Juli 2018

Gara-gara Mahar Politik, Rizal Ramli Pernah Disemprot PM Belanda

Gara-gara Mahar Politik, Rizal Ramli Pernah Disemprot PM Belanda

NUSANEWS - Rasa ingin tahu terkait mahar politik di Belanda, sempat terbersit di benak ekonom senior Dr. Rizal Ramli. Bahkan, RR biasa akrab disapa sempat disemprot Perdana Menteri (PM) Belanda saat menanyakan langsung soal mahar politik di negeri kincir angin.

"Kami pernah makan bareng sama PM Belanda. Lalu nanya, 'untuk jadi PM, keluar duit berapa?' Eh, marah dia," ungkap RR di sela acara halal bihalal di kediamannya, Jl. Tebet Barat Dalam IV, Jakarta Selatan, Selasa malam (3/7).

Menurut RR, politikus di Belanda tidak mengeluarkan biaya untuk duduk di kursi eksekutif atau legislatif.

"I don't spend any money! Saya (PM) cuma punya ide bagaimana masyarakat Belanda jadi lebih bagus," ucap RR menirukan pernyataan PM Belanda.

Kemudian RR pun menceritakan tentang demokrasi kriminal di Indonesia. Bahwa setiap partai politik (parpol) cenderung meminta mahar politik dengan nominal beragam.

Mulai dari kursi DPRD, DPR, Bupati, kepala daerah lainnya. Banderolnya pun beragam, mulai ratusan juta hingga triliunan rupiah.

Mendengar hal tersebut, PM Belanda lantas terkejut lalu bertanya.

"Mahal sekali biaya politik di Indonesia. Padahal Indonesia ngutang sama kita (Belanda)," tiru RR soal ucapan PM Belanda disambut tawa tamunya.

Tidak lama berselang, salah satu tamu tergelitik untuk menanyakan berapa mahar politik yang diminta kepada RR saat menjabat menteri.

"Kalau waktu jadi Menteri, berapa (maharnya), Pak?" tanya seorang tamu.

"Saya enggak pernah bayar. Justru dibujuk supaya jadi mau," tangkis RR yang pernah menjabat menteri di era Presiden Gus Dur dan Presiden Jokowi.

SUMBER
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: