logo
×

Senin, 17 September 2018

Ratna Sarumpaet Ditolak di Batam, Fadli Zon: Pikiran Cerdas Memang Bahayakan Rezim yang Lapuk

Ratna Sarumpaet Ditolak di Batam, Fadli Zon: Pikiran Cerdas Memang Bahayakan Rezim yang Lapuk

NUSANEWS - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon menanggapi penolakan aktivis Ratna Sarumpaet dalam acara diskusi yang diselenggarakan komunitas Gerakan Selamatkan Indonesia di gedung Aula PIH Batam/Wisma Batam.

Melalui akun twitter pribadinya, Ratna mengunggah foto situasi saat dirinya sampai di Batam. Dalam foto tersebut, pampak polisi yang berjaga-jaga di kawasan bandara.

"Saya baru masuk pesawat ketegangan di AirPort Batam sudah seperti ini. Bismillah," kata Ratna melalui akun twitter @RatnaSpaet.

Tanggapan pun datang dari Fadli Zon dan membalas postingan ratna Sarumpaet.

"Ini tanda Mbak Ratna diperhitungkan. Pikiran-pikiran cerdas memang membahayakan bagi rezim yang lapuk karena dibalut parasit dan kedunguan," kata Fadli Zon dalam akun Twitternya @fadlizon.



Ratna menuding Polisi membatalkan acara diskusi yang akan diselenggarakan komunitas Gerakan Selamatkan Indonesia. Informasi pembatalan acara tersebut dia utarakan juga melalui twitter, dengan dilengkapi salinan surat undangan penyelenggaraan acara. Dalam surat undangan itu disebutkan Ratna sebagai Ketua Umum Gerakan Selamatkan Indonesia secara khusus diundang untuk menghadiri acara.

"Polisi batalkan tempat gelar diskusi secara sepihak. Diskusi silaturahmi - tukar pikiran, demokrasi paling dasar dan sederhana. Itu jalan membangun kebersamaan dan toleransi meningkatkan kecerdasan dan menajamkan logika dan @jokowi dengan tangan besi kepolisian mengira bisa menghancurkan itu!" tutur Ratna.

Ratna mengungkapkan, sampai pukul 00.00, upaya yang dilakukan panitia untuk menyelenggarakan acara diskusi sudah buntu. Namun, kendati acara batal, Ratna bersikeras akan tetap pergi ke Batam.

Postingan protes Ratna Sarumpaet di sebuah ruangan pun turut ramaikan sosial media.

"Mau kaya apa nanti, kalau bersuara saja tak boleh?, nggak ada alasan.

Saya kan nanya dari tadi, apasih, kenapa saya tak boleh turun di Batam?

Apakah saya penyakitan?

Apakah ada penyakit menular di dalam tubuh saya?

Apakah saya teroris atau ada kejahatan kriminal yang saya lakukan? Buktikan dong.

Karena hanya itu saja yang seharusnya membuat polisi punya alasan seseorang turun di satu pulau.

Yang sekarang ini bukan alasan.

Yang sekarang ini menurut saya sangat tidak adil. Saya gak bawa orang, saya hanya sendiri. Sendiri dengan mulut saya, lalu saya gak boleh masuk.

Saya gak ngerti itu, saya gak ngerti mau sampai kapan kita dibuat seperti ini. Jadi saya juga gak heran kalau banyak rakyat sekarang ini menginginkan ganti presiden," kata Ratna Sarumpaet dalam sebuah video.


SUMBER
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: