logo
×

Rabu, 03 Oktober 2018

Singgung Kasus Novel, DPR Pesimis Polri Akan Serius Usut Pengeroyokan Ratna Sarumpaet

Singgung Kasus Novel, DPR Pesimis Polri Akan Serius Usut Pengeroyokan Ratna Sarumpaet

NUSANEWS - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengaku pesimistis kasus penganiayaan yang menimpa aktivis senior Ratna Sarumpaet bisa diselesaikan polisi.

Pasalnya, menurut Fahri, polisi tak menunjukkan respons cepat untuk mengusut kasus dugaan penganiayaan yang dialami perempuan berusia 70 tahun yang selama ini dikenal kritis terhadap penguasa itu.

Dia kemudian menyinggung kasus penyerangan serupa atau penyiraman air keras terhadap penyidik andalan KPK, Novel Baswedan yang hingga kini belum juga terselesaikan.

"Sudahlah, polisi sekarang bekerja cepat, cari orang (pelaku) itu. Jangan ini kasus berlarut-larut, jangan sampai kayak kasus orang lain seperti Novel Baswedan dan sebagainya. Ini harus ada jaminan, orang kita ini merdeka berpikir, berpendapat, itu harus ada jaminan keamanan," tegas Fahri usao menghadiri 'Aksi Solidaritas Dukung Ratna Sarumpaet' di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/10/2018) malam.

Fahri mendesak agar polisi segera merespons kasus dugaan penganiayaan yang dialami Ratna Sarumpaet.

Sebab, Fahri khawatir, akan ada spekulasi-spekulasi liar yang mengaitkan kejadian itu dengan dinamika politik saat ini.

"Apalagi Bu Ratna suka mengkritik pemerintah, ini tidak bisa lepas dari sikap kritisnya. Sehingga agar spekulasi tidak berkembang, polisi harus ambil inisiatif," ucap Fahri.

Fahri menegaskan, polisi sejatinya bisa langsung bergerak mengusut kasus itu tanpa harus ada laporan. Sebab, kasus penganiayaan itu bukan merupakan delik aduan.

"Penganiayaan itu tidak harus dilaporkan. Penganiayaan bukan delik aduan, otomatis dia sudah jadi tindak pidana karena dia terjadi. Ini bukan pasal penghinaan, yang merupakan delik aduan. Ini merupakan penganiayaan," ungkap Fahri.

Karena itu, Fahri berharap polisi bergerak cepat bertindak mencari barang bukti dan saksi, salah satunya dengan memeriksa Ratna Sarumpaet.

Dia menyebut, hal yang diungkap Ratna merupakan kejadian yang benar terjadi.

"Jadi, tidak perlu ada laporan, tidak perlu ada polisi tanya di RS mana?. Jelas Bu Ratna sudah bertemu beberapa orang, tokoh, dan mengakui benar itu dia sendiri yang ambil, saat sadar sudah di RS," tambahnya.

SUMBER
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: