
NUSANEWS - Dinas Pendidikan Kota Semarang memberikan program hipnoterapi kepada ratusan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang terlibat kenakalan remaja yang mengkhawatirkan. Tujuan ini sebagai upaya mengubah perilaku negatif menjadi sikap mampu menunjukkan prestasi.
"Ada 300 siswa, mereka yang ikut kegiatan biasanya terlibat tawuran, kepergok kegiatan balapan liar, seks bebas, dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri saat ditemui di kantornya di Semarang, Rabu (17/10).
Dia menyebut kegiatan hipnoterapi dilakukan dua hari di tempat terapi Salib Putih di Salatiga dan didampingi oleh psikolog. Pendampingan Psikolog untuk mengatasi perilaku dengan mengubah pola pikir anak nakal menjadi siswa berprestasi.
"Jadi harapannya anak yang sikapnya tak acuh dan nakal nantinya bisa diubah jadi orang yang punya perasaan sensitif dan giat bekerjasama," ujarnya.
Program peningkatan karakter ini dilakukan untuk menanggulangi perilaku arogan yang sering muncul pada setiap siswa. Untuk tahun 2018 sendiri terdapat 30 SMP, di mana setiap sekolah, mewajibkan kepala sekolah mengajukan siswanya untuk ikut kegiatan ini.
"Mudah-mudahan dengan cara seperti hipnoterapi bisa menekan energi negatif pada diri mereka. Sehingga hal buruk dapat dicegah sejak dini," kata Gunawan.
SUMBER

