logo
×

Senin, 10 Desember 2018

Jangan Diimajinasikan Soeharto Mendukung Prabowo Yah

Jangan Diimajinasikan Soeharto Mendukung Prabowo Yah

NUSANEWS - Mendekati Pilpres 2019 yang tinggal beberapa bulan lagi, narasi romatisme orde baru belakangan diangkat kembali oleh kubu Prabowo-Sandi.

Akan tetapi, hal itu malah dinilai kubu Jokowi-Ma’ruf justru menjadi blunder karena telah menempatkan Soeharto dalam posisi yang tak terhormat.

Demikian disampaikan Direktur Program Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Aria Bima di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (10/12/2018).

Aria Bima menilai, narasi romantisme orde baru di bawah kepemimpinan Soeharto sama sekali tidak relevan untuk dibahas.

Pasalnya, ada perbedaan siginifikan kondisi dan tantangan di masa orde baru dan pasca reformasi.

Meski begitu, politisi PDIP itu mengakui ada sisi positif yang dimiliki orde baru. Salah satunya adalah keutuhan NKRI.

Misi itu yang kemudian juga dilanjutkan pemerintahan Jokowi dengan ditambah sejumlah inovasi sesuai dengan situasi dan kondisi kekinian.

“Komitemen NKRI Soeharto itu sekarang diimplementasikan (oleh Jokowi) lebih smart dan lebih membangun Indonesia,” jelas Aria.

Anak buah Megawati Soekarnowati bahkan mengklaim, jika saja Soeharto masih hidup, diyakininya bakal bangga melihat kinerja Jokowi saat ini.

Bahkan ia menyakini Presiden kedua RI itu bakal mendukung penuh Jokowi untuk periode kedua kepemimpinannya.

“Saya yakin kalau Pak Soeharto ada, apa yang dilakukan Jokowi juga satu hal yang positif dalam komitmen NKRI dan Pancasila. Imajinasi saya, Soeharto pun akan mendukung Pak Jokowi dan Ma’ruf Amin,” sambungnya.

Lebih lanjut, Aria Bima juga tak yakin jika Soeharto berpihak kepada mantan menantunya, Prabowo Subianto.

“Jadi jangan diartikan setelah putra putrinya membentuk Partai Berkarya, dan mendukung Prabowo, imajinasi Soeharto pasti mendukung Prabowo,” imbuhnya.

Atas dasar itu, Aria Bima meminta agar koalisi 02 untuk tidak terus mengangkat isu orba yang dapat memicu terjadinya perdebatan publik.

Upaya itu, sebutnya, malah dianggapnya hanya akan mencederai nama baik Soeharto.

“Saya khawatir bagaimana keluarga Pak Harto (Soeharto) dan Partai Berkarya mohon tidak lagi gunakan ide zaman orba dalam konteks yang saat ini,”

“Karena justru cara semacam ini tidak menempatkan Pak Harto pada posisi yang terhormat,” pungkasnya.


SUMBER
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: